Anggota DPRD Bontang, Muh Sahib mengingatkan agar setiap OPD menunjuk personel tetap yang memahami substansi pembahasan RTRW.BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menekankan pentingnya konsistensi kehadiran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam setiap tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang.
Ia menilai RTRW merupakan dokumen strategis yang akan menjadi arah pembangunan kota dalam jangka panjang, sehingga proses penyusunannya harus dilakukan secara serius, konsisten, dan tepat waktu.
“Hari ini adalah pertemuan perdana kita. Ini kegiatan besar yang insyaallah akan menjadi pedoman pembangunan Kota Bontang ke depan,” ujar Sahib dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) RTRW, Senin (8/6/2026).
Sahib mengingatkan agar setiap OPD menunjuk personel tetap yang memahami substansi pembahasan RTRW. Menurutnya, pergantian peserta rapat secara terus-menerus dapat menghambat jalannya pembahasan karena materi yang sudah dibahas harus dijelaskan ulang.
“Saya minta OPD yang diutus benar-benar orang yang sama dan tidak berganti-ganti. Kalau berbeda orang, biasanya pembahasan jadi terulang dan ada yang tertunda,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembahasan RTRW memiliki batas waktu yang telah ditentukan, sehingga seluruh pihak harus menjaga efektivitas dan konsistensi selama proses berlangsung.
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis turut mengemuka, mulai dari pengembangan kawasan industri, pembangunan infrastruktur seperti bandara, pengaturan izin galian C, hingga rencana perluasan kawasan industri yang diproyeksikan mencapai 1.000 hingga 1.200 hektare.
Menurut Sahib, seluruh rencana tersebut harus dibahas secara matang karena akan menjadi dasar arah pembangunan dan investasi Kota Bontang untuk dua dekade ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sumber daya manusia yang benar-benar memahami aspek tata ruang agar keputusan yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah.
“Yang terlibat dalam pembahasan RTRW ini harus orang-orang yang kompeten, supaya hasilnya sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Sahib berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga komitmen dan fokus hingga proses pembahasan selesai, sehingga RTRW yang dihasilkan mampu menjadi pedoman pembangunan Bontang yang berkelanjutan, terarah, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha. (*)
Tidak ada komentar