Hasil Lab Ungkap Bakteri Patogen pada Menu MBG di Bontang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Agu 2026 20:47
3 menit membaca

BONTANG – Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mengungkap adanya kontaminasi bakteri patogen pada sampel makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa, guru, dan wali murid.

Temuan tersebut berasal dari sampel ayam serundeng dan gulai sayur yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2.

Sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami keluhan mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG tersebut. Mereka terdiri atas 14 pelajar, 11 guru, dan dua wali murid.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan Pemerintah Kota Bontang akan segera memanggil pengelola dapur SPPG dan perwakilan sekolah untuk membahas hasil temuan tersebut.

Pertemuan itu dinilai penting untuk memastikan langkah evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Kami akan undang segera,” ujar Agus Haris.

Pemkot Bontang menegaskan aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Terlebih, makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat program.

Temuan laboratorium ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pendinginan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, membenarkan hasil pemeriksaan tersebut. Ia mengatakan, pengujian laboratorium memastikan terdapat bakteri patogen dalam sampel makanan yang diperiksa.

“Hasil ini sudah diuji secara klinis. Kemudian tersaji kalau sampling itu terkontaminasi bakteri patogen,” ujar Toetoek.

Meski telah menemukan kontaminasi bakteri, Dinkes Bontang masih melakukan penelusuran untuk mengetahui titik masuk kontaminasi dalam rangkaian proses penyediaan makanan.

Dugaan sementara mengarah pada proses penyajian makanan ke dalam wadah ompreng maupun proses pendinginan makanan menggunakan kipas angin.

Menurut Dinkes, seluruh tahapan pengolahan hingga distribusi perlu dievaluasi untuk memastikan sumber kontaminasi dapat diketahui secara jelas.

Menu MBG Juga Mengalami Modifikasi

Selain menemukan bakteri patogen, Dinkes Bontang juga mendapati adanya modifikasi bahan dalam menu MBG yang disiapkan SPPG Bontang Utara 2.

Santan yang seharusnya digunakan dalam menu disebut diganti dengan kemiri.

Toetoek mengatakan, penggunaan kemiri juga perlu menjadi perhatian karena pada sebagian orang bahan tersebut berpotensi menimbulkan reaksi tertentu, termasuk mual dan muntah, terutama bagi mereka yang memiliki alergi.

“Di sebagian orang, kemiri memang berpotensi juga menyebabkan mual dan muntah. Apalagi ada alerginya,” katanya.

Namun demikian, temuan kontaminasi bakteri patogen menjadi bagian penting dalam investigasi untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami para penerima manfaat MBG.

Pengawasan MBG Bakal Diperketat

Dinkes Bontang memastikan jumlah korban dalam kejadian tersebut mencapai 27 orang.

Rinciannya terdiri dari 14 pelajar, 11 guru, dan dua wali murid.

Hasil investigasi selanjutnya akan disampaikan kepada SPPG Regional Bontang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pengelolaan makanan.

Dinkes juga memastikan pengawasan terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan MBG di seluruh dapur penyedia akan diperketat.

“Setiap bulan kami monitoring. Tapi nanti kami akan tingkatkan lagi pengawasannya,” tutur Toetoek.

Peningkatan pengawasan tersebut mencakup proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar makanan yang diterima penerima manfaat tetap memenuhi standar keamanan pangan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }