CFD Balikpapan Resmi Digelar, Ruang Publik Sehat Sekaligus Dorong UMKM

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
24 Agu 2026 15:24
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD) terpadu di kawasan Taman Tiga Generasi, Balikpapan Selatan, Minggu (23/8/2026).

Dimulai sejak pukul 06.00 WITA, peluncuran CFD menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan perdana tersebut diisi jalan santai yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kehadiran CFD tidak hanya bertujuan menyediakan ruang bagi warga untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga. Program tersebut juga dirancang untuk membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Car Free Day ini untuk seluruh warga, khususnya yang ingin berlibur bersama keluarga. Kita juga ingin menghidupkan UMKM yang ada di sekitar Balikpapan Selatan,” ujar Rahmad.

Menurutnya, pelaksanaan CFD di Taman Tiga Generasi juga diharapkan mampu mendistribusikan pusat aktivitas masyarakat sehingga tidak seluruh kegiatan warga hanya terkonsentrasi di kawasan Lapangan Merdeka.

Rahmad menegaskan, Pemkot Balikpapan bersama Forkopimda dan seluruh jajaran pemerintah daerah akan terus menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini persembahan kami. Kami bersama seluruh Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kota Balikpapan selalu ingin berbuat yang terbaik untuk warga Kota Balikpapan,” katanya.

Bukan Sekadar Bebas Kendaraan

Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan CFD terpadu dikembangkan sebagai ruang publik yang sehat, aman, nyaman sekaligus produktif.

Ia menegaskan, konsep CFD tidak berhenti pada penutupan sementara ruas jalan bagi kendaraan bermotor. Lebih dari itu, kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang interaksi dan kolaborasi masyarakat.

“Car Free Day yang kita launching pada hari ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menutup sementara ruas jalan dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, kita arahkan menjadi ruang kolaborasi dan ruang aktivitas positif bagi masyarakat Kota Balikpapan,” jelas Fadli.

CFD juga akan dimanfaatkan untuk mendukung UMKM dan ekonomi kreatif, gerakan pangan, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas komunitas.

Sasarannya mencakup seluruh kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas olahraga, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif hingga masyarakat umum.

Fadli berharap CFD tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial setelah peluncuran, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif dan gerakan bersama masyarakat Balikpapan.

“Harapan kami, Car Free Day ini tidak berhenti hanya pada kegiatan launching hari ini, tetapi dapat menjadi gerakan bersama dan budaya positif masyarakat Kota Balikpapan yang dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Wali Kota Ingatkan Ancaman Karhutla

Di tengah peluncuran CFD, Rahmad juga menyampaikan pesan terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menghantui sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk menghindari pembakaran sampah secara sembarangan.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga yang memiliki kebun atau memiliki lahan, jangan sampai membakar hutan dengan alasan apa pun untuk membuka lahan,” tegasnya.

Rahmad mengingatkan, aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran lebih luas dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika membakar sampah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan, perkebunan maupun lahan kering.

“Jangan sampai ada yang membakar di lingkungan kita dengan alasan membakar sampah, terutama daerah-daerah yang memiliki perkebunan ataupun yang berdekatan dengan hutan kota,” ujarnya.

Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi keluarga, Rahmad berharap CFD dapat ikut membangun pola hidup sehat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan UMKM perlu terus didorong agar semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

Peluncuran CFD terpadu kemudian secara resmi dinyatakan dibuka oleh Wali Kota Balikpapan. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang aktif dan inklusif untuk berolahraga, berkumpul, berinteraksi, menikmati hiburan sekaligus mendukung produk usaha lokal.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua dalam menjaga Kota Balikpapan dan mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua dalam bingkai Madinatul Iman,” pungkas Rahmad. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }