Bonnie Sukardi Dorong Optimalisasi Parkir Elektronik dan Evaluasi Retribusi Wisata Bontang Kuala

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Jun 2026 11:09
2 menit membaca

BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, kembali mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penerapan sistem pembayaran parkir elektronik, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi daerah.

Menurut Bonnie, penggunaan sistem non-tunai seperti QRIS maupun metode pembayaran elektronik lainnya, sudah memiliki dasar hukum yang jelas. Bahkan, besaran tarif retribusi telah diatur dalam peraturan daerah yang berlaku.

“Memang lebih baik menggunakan QRIS atau sistem elektronik karena itu sudah ada perdanya. Bahkan pada 2024 tarifnya sudah diatur di dalam perda tersebut. Mulai dari kendaraan kecil hingga kendaraan besar,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai sistem elektronik dapat mempermudah pengawasan terhadap penerimaan retribusi, sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah. Selain itu, seluruh transaksi dapat tercatat secara otomatis sehingga lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Selain menyoroti pengelolaan parkir, Bonnie juga memberikan perhatian terhadap mekanisme penarikan retribusi, di kawasan wisata Bontang Kuala. Menurutnya, lokasi penarikan tiket yang pernah diterapkan di bagian depan kawasan dan dekat dengan pemukiman warga kurang tepat.

Ia menilai sistem tersebut perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung. Penataan lokasi penarikan retribusi harus mempertimbangkan aspek aksesibilitas, kenyamanan, dan efektivitas pelayanan kepada wisatawan.

“Sehingga pemerintah daerah dapat melakukan kajian lebih lanjut, terkait sistem retribusi di kawasan wisata, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan yang lebih transparan dan efisien,” tambahnya.

Dengan pembenahan sistem parkir dan retribusi wisata, ia optimistis penerimaan daerah dapat lebih optimal, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan pengunjung di Kota Bontang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }