Wali Kota Bontang Neni Moerniani tinjau lokasi RTLH yang direnovasi dan telah rampung di tanjung laut indah. (News borneo). BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menghadirkan rumah yang aman, sehat, dan nyaman bagi warga.
Komitmen itu ditunjukkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat meninjau hasil renovasi rumah penerima bantuan RTLH melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) daerah di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Neni melihat langsung hasil perbaikan tiga rumah milik warga, yakni Kajab di RT 29 serta Noor Saibah dan Saparli di RT 18. Ketiganya menerima bantuan renovasi dari APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp50 juta per unit.
Neni mengatakan, program RTLH tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kawasan permukiman kumuh.
Menurutnya, kebutuhan bantuan RTLH di Bontang masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperluas cakupan program agar lebih banyak warga yang dapat menikmati rumah layak huni.
“Program ini menjadi salah satu prioritas karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kami akan terus berupaya menambah jumlah penerima bantuan,” ujarnya.
Selain melalui APBD Kota Bontang, pemerintah juga mengusulkan bantuan RTLH kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar peluang masyarakat mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
Sementara itu, Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro mengungkapkan, minat masyarakat terhadap program RTLH masih sangat tinggi. Untuk usulan tahun 2026, tercatat sebanyak 152 rumah dari 33 RT diajukan untuk mendapatkan bantuan.
Namun, hingga saat ini kuota yang tersedia masih terbatas. Sebanyak 16 unit rumah telah masuk dalam daftar penerima dan sedang menjalani proses verifikasi.
“Kami upayakan dan kawal 16 rumah ini bisa terealisasi,” pungkasnya.
Tidak ada komentar