Foto: Murid SMA di Berau, apel di kantor Bupati Berau.
PROGRAM Beasiswa Berau Cerdas kembali disorot. Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengingatkan potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan pendidikan tersebut jika sistem seleksi tidak segera diperbaiki.
Ia menilai, meski belum muncul kasus besar, celah dalam proses seleksi tetap harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, program yang menyangkut masa depan pendidikan itu tidak boleh menyisakan keraguan di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin berburuk sangka, tapi memang harus perbaiki sistemnya segera,” kata Thamrin.
Beasiswa Berau Cerdas selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah di sektor pendidikan. Setiap tahun, bantuan ini menyasar pelajar dan mahasiswa untuk meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Namun, Thamrin menekankan bahwa besarnya manfaat program justru menuntut kehati-hatian lebih dalam pelaksanaannya. Ia mengingatkan, bantuan pendidikan harus benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan, bukan sekadar memenuhi kuota.
“Program beasiswa ini harus benar-benar menyasar pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam seluruh tahapan seleksi. Tanpa keterbukaan, kata dia, program yang seharusnya menjadi investasi jangka panjang justru berisiko kehilangan legitimasi di mata publik.
Di sisi lain, Berau tengah menghadapi kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja di berbagai sektor. Potensi daerah yang besar, mulai dari pariwisata hingga sumber daya alam, menuntut ketersediaan SDM yang terampil dan berpendidikan.
Dalam konteks itu, beasiswa tidak lagi sekadar bantuan sosial, melainkan strategi pembangunan. “Beasiswa ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Berau,” kata Thamrin.
Ia pun mendorong evaluasi rutin dilakukan setiap tahun, tidak hanya pada jumlah penerima, tetapi juga dampak nyata yang dihasilkan. Menurutnya, keberhasilan program harus diukur dari sejauh mana penerima mampu berkembang dan berkontribusi.
Di akhir, Thamrin mengingatkan penerima beasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi dan kapasitas diri.
“Mahasiswa penerima beasiswa harus belajar dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal,” tuturnya. [ADS/DPRD BERAU]
Tidak ada komentar