Begini Penjelasan Bapemperda DPRD Samarinda soal Pembatalan Pengesahan Ranperda RTRW

Suriadi Said
16 Feb 2023 21:56
Warta 0
3 menit membaca

newsborneo.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda menjelaskan duduk persoalan penundaan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda.

Penundaan pengesahan Raperda RTRW Samarinda yang dimaksudkan diketahui tidak memenuhi kuota forum (kuorum). Ketua Bapemperda DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengatakan bahwa ada indikasi pemalsuan tanda tangan Ketua DPRD Kota Samarinda Sugiyono, yang menyetujui Ranperda RTRW Kota Samarinda tahun 2022-2042.

Bahkan, landasan itu yang dijadikan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dalam memberikan rekomendasi agar regulasi itu segera disahkan. Di satu sisi dalam setiap pengesahan perda, mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Sementara dalam rapat paripurna yang terjadi pada Selasa itu, menurut Samri Shaputra, dianggap terpaksa.

Alasannya karena tak melalui seluruh proses pembentukan perda seperti yang diatur dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011. Samri Shaputra menegaskan, pihaknya memang sudah mengetahui adanya kejanggalan saat mendapat desakan untuk segera mengagendakan Ranperda RTRW Samarinda.

Belum lagi saat diketahui adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pimpinan dewan. Surat tersebut berisi berita acara nomor 650.05/1015/100.07 yang ditandatangani oleh Ketua Dprd Samarinda, Sugiyono dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

“Itu dari pimpinan dewan sendiri yang menyebut tidak pernah merasa menandatangani berita acara persetujuan RTRW. Itu di depan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Senin lalu,” ujar Samri Shaputra, saat menggelar konferensi pers pada Kamis 16 Februari 2023 di Kantor DPRD Samarinda.

Samri Shaputra menyampaikan Bapemperda DPRD Samarinda telah menyampaikan laporan keterangan yang menolak sikap Pemkot Samarinda melakukan pengesahan secara sepihak. Karena itu, pihaknya menunda pengesahan Raperda tersebut karena tidak memenuhi tahapan mekanisme pembentukan produk hukum sebagaimana mestinya atau cacat formil.

“Kami menunda pengesahan Raperda itu selain penolakan beberapa fraksi, karena tidak melewati tahapan proses admistratif dan politik yang sesuai,” ujar Samri Shaputra.

Berdasarkan hasil keputusan rapat internal Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra menerangkan bahwa pembentukan Raperda tentang RTRW Kota Samarinda yang berasal dari inisiasi Pemkot Samarinda tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Samri Shaputra juga mengatakan tidak adanya pembentukan Pansus tentang Raperda RTRW Kota Samarinda tahun 2022-2042. Selain itu, tidak ada pandangan umum dan pendapat akhir fraksi DPRD Samarinda terhadap Raperda.

“Sebagai salah satu alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Samarinda, sesuai peraturan DPRD Kota Samarinda Nomor 2 tahun 2019 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Bapemperda tidak dilibatkan secara maksimal dalam penyusunan dan pembahasan Raperda RTRW Kota Samarinda,” ujar Samri Shaputra.

Berdasarkan urian tadi, Bapemperda DPRD Samarinda merekomendasikan untuk melakukan peninjauan kembali dan penundaan pengesahan Raperda RTRW Samarinda tahun 2022-2042. DPRD Samarinda pun akan berkonsultasi kepada pemerintah pusat menanggapi sikap Wali Kota Samarinda Andi Harun yang menggunakan kewenangannya untuk mengesahkan Raperda RTRW.

Pihaknya akan berkoordinasi dan bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) untuk penyelesaian Raperda RTRW yang sesuai dengan sebagaimana mestinya. “Sesuai dengan mekanisme yang ada, di mana produk hukum dalam hal ini pengesahan Raperda menjadi Perda dilaksanakan oleh Pemkot Samarinda bersama DPRD Samarinda,” ujar Samri Shaputra.

Samri Shaputra mengatakan, arahan dari pemerintah pusat nantinya dapat meninjau kembali Raperda RTRW Samarinda ini dan melakukan pembahasan sesuai dengan mekanisme sehingga bisa disahkan oleh DPRD bersama Pemkot Samarinda.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Angkasa Jaya dan Triyana dari Fraksi PDI Perjuangan, Laila Fatihah dari PPP, Novi Marinda Putri dari PAN, Sani bin Husain dari PKS, dan Nopan Syahroni Pasie dari Golkar. (ADS/DPRD SAMARINDA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701