Wali Kota Bontang bersama Dandim mengecek langsung lokasi TMMD, Rabu (22/4/2026).
DI TENGAH kebutuhan percepatan pembangunan, Pemerintah Kota Bontang menggelontorkan anggaran Rp1,7 miliar untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026. Program ini mulai berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga satu setengah bulan, hingga Mei 2026.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut TMMD menjadi salah satu cara untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan infrastruktur dasar. Program ini dikerjakan melalui kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat.
“Program ini sangat membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan sentuhan infrastruktur,” kata Neni saat meninjau lokasi, Rabu (22/4/2026).
Berbeda dengan proyek konvensional yang biasanya memakan waktu tiga hingga enam bulan, skema TMMD dinilai lebih cepat karena dikerjakan secara gotong royong dan terintegrasi. Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga mencakup aspek nonfisik seperti pembinaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Namun percepatan ini tidak sepenuhnya menggantikan peran kontraktor. Pemerintah daerah menegaskan tetap menjaga keseimbangan agar pelaku usaha lokal tidak kehilangan ruang dalam proyek pembangunan.
“Tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan melalui pola seperti ini,” ujar Neni.
Sementara itu, Komandan Kodim 0908/Bontang, Letkol Inf Ardiansyah, memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Ia menyatakan kesiapan personel untuk menuntaskan program sesuai target waktu yang ditetapkan.
“Secepatnya akan diselesaikan,” katanya.
Program TMMD selama ini digunakan sebagai pendekatan percepatan pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor. Selain mempercepat pengerjaan fisik, pola ini juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan di wilayahnya sendiri. [DIAS]
Tidak ada komentar