Neni Minta Seluruh Kelurahan Bergerak, 1.489 Balita Stunting di Bontang Masih Jadi PR Bersama

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Mei 2026 17:53
2 menit membaca

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan seluruh lurah agar lebih aktif melakukan intervensi penanganan stunting di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan persoalan itu tak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.

Peringatan itu disampaikan Neni sebelum rapat paripurna di Gedung DPRD Bontang, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, setiap lurah harus mengetahui langsung titik-titik keluarga berisiko stunting, termasuk memastikan keterlibatan RT, kader posyandu hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).

“Lurah harus tahu anak-anak stunting ada di mana. RT, kader, semua harus bergerak. Tidak bisa hanya diam,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah balita stunting di Bontang saat ini masih mencapai 1.489 anak yang tersebar di seluruh kelurahan.

Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 190 balita.

Disusul Tanjung Laut 147 anak, Tanjung Laut Indah 146 anak, serta Bontang Lestari 124 anak.

Kemudian Berebas Tengah 117 anak, Api-Api 112 anak, Gunung Elai 107 anak, Gunung Telihan 99 anak, Belimbing 93 anak, Guntung 83 anak, Berbas Pantai 80 anak, Bontang Baru 74 anak, Satimpo 51 anak, Bontang Kuala 45 anak, dan Kanaan 21 anak.

Neni menilai angka tersebut masih terlalu tinggi untuk kota industri seperti Bontang. Ia menyebut keberadaan perusahaan besar di sekitar wilayah kelurahan harus bisa dimaksimalkan untuk membantu intervensi.

Khusus di Guntung, Neni menyoroti angka 83 balita stunting yang dinilai semestinya bisa lebih cepat ditekan lantaran berada dekat kawasan industri.

“Wilayah yang dekat perusahaan harusnya bisa lebih cepat selesai. Ini yang harus dikejar,” tegasnya.

Ia optimistis angka stunting di Bontang terus menurun, mengingat tren sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan. Namun, ia meminta seluruh kelurahan tidak lengah agar target penurunan bisa lebih maksimal tahun ini.

“Ini tanggung jawab bersama. Kalau semua bergerak, hasilnya pasti lebih cepat terlihat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }