Rencana Kereta Api Kaltim Belum Final, AHY Soroti Anggaran dan Skema Investasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Okt 2026 13:28
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur masih membutuhkan kajian dan perhitungan matang. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kemampuan fiskal, kebutuhan infrastruktur, hingga skema investasi agar proyek tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pembahasan mengenai rencana tersebut telah dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur strategis harus direncanakan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Hal ini penting agar proyek besar tetap sejalan dengan kebutuhan pembiayaan sektor lain, termasuk pelayanan publik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pernyataan itu disampaikan AHY saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).

“Pusat dan daerah harus benar-benar duduk bersama menyimpulkan segala sesuatunya. Karena kebutuhan fiskal tiap daerah juga besar dan beragam,” ujar AHY.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tetap membutuhkan ruang fiskal yang memadai untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan. Di saat bersamaan, anggaran juga diperlukan untuk mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai untuk pemeliharaan infrastruktur dasar hingga pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Perhitungan Teknis dan Investasi Jadi Kunci

AHY menegaskan, pengembangan kereta api di Kalimantan Timur tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan menyeluruh. Kajian perlu mencakup kesesuaian tata ruang, kebutuhan anggaran, kapasitas fiskal, serta model investasi yang memungkinkan proyek berjalan secara berkelanjutan.

“Kita mematangkan segala perhitungan. Karena ini berkaitan dengan tata ruang, kapasitas fiskal, investasi yang harus juga sustainable, dan juga membutuhkan anggaran yang besar,” tandasnya.

Menurut AHY, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah penting untuk menyelaraskan prioritas pembangunan. Dengan perencanaan yang tepat, proyek transportasi berskala besar diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan lainnya.

Kereta Api Dinilai Berpotensi Perkuat Logistik Kaltim

Di sisi lain, AHY melihat Kalimantan Timur memiliki kebutuhan konektivitas yang besar karena wilayahnya luas dan memiliki beragam kawasan kegiatan ekonomi.

Kehadiran moda transportasi kereta api berpotensi memperkuat hubungan antardaerah, memperlancar mobilitas, serta membuka akses yang lebih efisien menuju pusat-pusat ekonomi dan pasar.

“Wilayah Kalimantan Timur ini luas sekali, sehingga sarana transportasi ini nantinya menjangkau berbagai daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengembangan transportasi yang andal diperlukan untuk mendukung distribusi barang sekaligus menghubungkan kawasan produksi dengan pasar domestik maupun ekspor.

“Perlu moda transportasi yang tangguh untuk menjangkau berbagai kawasan hingga menghubungkan pasar domestik maupun ekspor,” tuturnya.

Potensi tersebut dinilai relevan dengan karakter ekonomi Kalimantan Timur yang memiliki komoditas unggulan, termasuk batu bara dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

AHY menyebut peningkatan kapasitas transportasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pengangkutan komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan, pelabuhan, dan pasar tujuan.

“Komoditas di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, sangat melimpah dari batu bara hingga CPO. Di sinilah pentingnya peningkatan kapasitas transportasi melalui kereta,” kata AHY.

Meski demikian, rencana pengembangan kereta api tersebut masih memerlukan pematangan lebih lanjut. Perhitungan kebutuhan, kesiapan pendanaan, dan manfaat ekonomi akan menjadi bagian penting sebelum pemerintah menentukan langkah berikutnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }