AHY Dorong ITK Jadi Mesin Inovasi dan Transformasi Teknologi Kalimantan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Okt 2026 20:14
6 menit membaca

BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memasuki usia ke-12 dengan tantangan sekaligus peluang yang semakin besar. Di tengah transformasi Kalimantan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, ITK didorong mengambil peran lebih strategis sebagai penghasil sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi orator ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 ITK di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu I ITK, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).

Dalam orasi ilmiah bertajuk “ITK untuk Kalimantan dan Indonesia yang Maju serta Sejahtera”, AHY menegaskan bahwa pembangunan Indonesia ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

Menurutnya, kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta kemampuan menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

AHY mengingatkan bahwa sejak awal berdiri, ITK memang dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi.

“Jangan sampai melupakan sejarah. Seperti Pak SBY selalu bangga setiap kali bercerita tentang pembentukan ITK,” ujar AHY, merujuk pada peresmian ITK oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014.

Ia menilai penguatan sumber daya manusia di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM masih menjadi pekerjaan besar Indonesia.

Dalam paparannya, proporsi sumber daya manusia berbasis STEM di Indonesia disebut masih berada di kisaran 20 persen. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang mencapai 43,5 persen dan China sekitar 41 persen.

Kondisi itu, kata AHY, menunjukkan perguruan tinggi berbasis teknologi memiliki posisi penting dalam menyiapkan talenta yang mampu mengisi kebutuhan pembangunan nasional.

Terlebih, Kalimantan kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kawasan yang kaya sumber daya alam. Kawasan ini sedang diarahkan menjadi super-hub ekonomi Nusantara sekaligus laboratorium transformasi nasional.

Perubahan tersebut mencakup pengembangan energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam konteks itulah AHY meminta ITK tidak sekadar menjadi institusi pendidikan, tetapi tampil sebagai penggerak teknologi dan inovasi di Kalimantan.

“ITK diharapkan menjadi engine of technology, innovation and transformation bagi Kalimantan dan Indonesia,” katanya.

Kepada mahasiswa, AHY juga menitipkan lima bekal penting untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, yakni kompetensi, karakter, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan.

ITK Butuh Dukungan Pengembangan Kampus

Momentum Dies Natalis ke-12 juga dimanfaatkan ITK untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan institusi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Rektor ITK Prof. Dr. Agus Rubiyanto mengungkapkan, salah satu kebutuhan yang masih harus diperkuat adalah ketersediaan lahan kampus yang hingga kini belum sepenuhnya memenuhi komitmen awal.

Menurut Agus, dukungan pemerintah diperlukan agar ITK memiliki ruang yang lebih memadai untuk mengembangkan fasilitas pendidikan, penelitian, maupun infrastruktur penunjang lainnya.

Salah satu fasilitas yang dinilai mendesak adalah pembangunan gerbang utama kampus.

“Gerbang bukan sekadar bangunan fisik. Gerbang adalah monumen penyambutan bagi talenta terbaik bangsa yang datang ke Kalimantan untuk kuliah di ITK,” ujar Agus.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Rudy menyatakan Pemprov Kaltim siap mengawal rencana pembangunan gerbang ITK dan membahas pemenuhannya bersama pemerintah pusat maupun pihak kampus.

Ia juga menyatakan dukungan dari sisi anggaran.

“Dua belas tahun adalah perjalanan yang sangat penting. Usia boleh muda, tapi bobotnya berkelas,” kata Rudy.

Rudy berharap ITK semakin mampu menarik minat generasi muda Kalimantan Timur untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi.

Ia bahkan mengajak anak-anak Kaltim menjadikan ITK sebagai salah satu pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan, sehingga jumlah mahasiswa dan talenta teknologi yang lahir dari kampus tersebut terus bertambah.

Saat ini, ITK memiliki ribuan mahasiswa aktif, ratusan dosen dan tenaga kependidikan, serta 27 program studi.

ITK, ITB, ITS dan ITERA Bentuk ITX

Selain menjadi ajang refleksi perjalanan 12 tahun ITK, Dies Natalis kali ini juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya ITX, konsorsium empat institut teknologi negeri, yakni ITK, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Peluncuran simbolis dilakukan oleh Rektor ITK bersama pimpinan ITS dan ITERA, didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim serta Menko AHY.

ITX dirancang sebagai wadah kolaborasi empat perguruan tinggi teknologi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, hilirisasi inovasi, serta hubungan dengan dunia industri.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi perguruan tinggi, yakni bagaimana memastikan hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Masing-masing institut nantinya membawa kekuatan dan karakter wilayahnya.

ITB diarahkan pada pengembangan advanced manufacturing, energi baru, dan semikonduktor melalui Bandung Tech Valley.

ITS mengambil fokus pada otomasi industri, robotika, dan kendaraan listrik melalui Maritime & Automation Hub.

Sementara ITERA diarahkan memperkuat energi terbarukan, agroindustri, dan bioekonomi melalui Sumatera Energy & Bioindustry Park.

Adapun ITK mengambil posisi strategis dalam pengembangan teknologi pesisir, perikanan digital, dan energi maritim melalui konsep Kalimantan Pesisir Tech Hub.

Fokus tersebut dinilai selaras dengan karakter Kalimantan yang memiliki wilayah pesisir luas serta potensi kelautan dan maritim yang besar.

ITX menargetkan pengembangan empat pusat teknologi hingga mencapai Technology Readiness Level (TRL) 8–9, yakni tahap menuju kesiapan komersialisasi.

Konsorsium ini juga menargetkan lahirnya 150 produk teknologi siap pasar, 20 perusahaan rintisan berbasis teknologi mendalam atau deep-tech startup, serta pelatihan dan sertifikasi industri bagi 5.000 sumber daya manusia bidang teknologi.

Untuk mempertemukan dunia riset dengan kebutuhan industri dan peluang investasi, ITX juga menyiapkan InnoHub ITX, sebuah platform digital yang dirancang menjadi penghubung antara hasil penelitian perguruan tinggi dan kebutuhan dunia usaha.

Bagi ITK, pembentukan konsorsium tersebut membuka peluang lebih luas untuk memperkuat jejaring riset sekaligus meningkatkan keterhubungan antara inovasi kampus dengan kebutuhan industri.

ITK Dituntut Jadi Pusat Solusi Teknologi Kalimantan

Memasuki usia ke-12, ITK ingin memperluas perannya. Kampus tidak hanya ditargetkan sebagai tempat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, sekaligus penyedia solusi teknologi bagi Kalimantan.

Peran tersebut semakin strategis seiring perubahan besar yang terjadi di Kalimantan Timur. Pembangunan IKN, hilirisasi industri, pengembangan energi, hingga pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan kawasan.

Karena itu, keberadaan perguruan tinggi teknologi seperti ITK menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan tersebut.

Kolaborasi melalui ITX diharapkan dapat mempertemukan keunggulan masing-masing kampus sehingga riset dan inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam satu ekosistem yang lebih besar.

Perjalanan 12 tahun ITK pun tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah mahasiswa, program studi, maupun fasilitas kampus.

Lebih jauh, keberhasilan ITK akan ditentukan oleh sejauh mana kampus mampu melahirkan talenta, pengetahuan, dan teknologi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kalimantan dan Indonesia.

Rangkaian Dies Natalis ke-12 ITK ditutup dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pencapaian sivitas akademika.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa setelah 12 tahun berdiri, ITK memasuki fase baru: bukan hanya tumbuh sebagai kampus teknologi, tetapi ditantang menjadi salah satu mesin utama transformasi teknologi Kalimantan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }