Dinkes Balikpapan Ingatkan Kanker Bisa Dicegah Sejak Dini, Vaksin HPV hingga Cek Kesehatan Rutin

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Okt 2026 22:09
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Upaya melawan kanker tidak harus menunggu penyakit menunjukkan gejala. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengajak masyarakat membangun kesadaran pencegahan sejak dini melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan berkala, serta penerapan pola hidup sehat.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui potensi penyakit sebelum berkembang lebih jauh.

Ia pun meminta masyarakat tidak menjadikan rasa takut terhadap hasil pemeriksaan sebagai alasan untuk menghindari fasilitas kesehatan.

“Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujar Alwiati, Kamis (8/10/2026).

Menurut dia, pemerintah terus mendorong berbagai langkah pencegahan, termasuk vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak usia sekolah dasar.

Vaksin HPV diberikan sebagai salah satu upaya mencegah infeksi HPV yang memiliki kaitan dengan kanker serviks. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun perlindungan kesehatan sejak usia dini.

“Untuk pencegahan kanker serviks, kami melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, vaksinasi secara umum juga terus kami dorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” jelasnya.

Namun, vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk menekan risiko kanker. Dinkes Balikpapan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pasalnya, sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang berarti pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menemukan gangguan kesehatan sedini mungkin.

Khusus kanker serviks, perempuan didorong memanfaatkan layanan pemeriksaan HPV DNA maupun metode deteksi dini lainnya. Sedangkan untuk kanker payudara, perempuan diminta lebih mengenali kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri jika menemukan perubahan yang tidak biasa.

Alwiati menilai kebiasaan menunda pemeriksaan karena takut mengetahui hasil justru berpotensi membuat penyakit ditemukan ketika kondisinya sudah lebih berat.

Selain pemeriksaan, perubahan gaya hidup juga menjadi perhatian. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah kebiasaan merokok.

Karena itu, Dinkes Balikpapan mendorong generasi muda, termasuk mahasiswa, mengambil peran lebih besar dalam mengampanyekan perilaku hidup sehat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” katanya.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan.

Lingkungan sekolah dan perguruan tinggi dinilai menjadi ruang strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mengurangi paparan asap rokok.

Pemerintah kota juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, kalangan akademisi, mahasiswa, dan media untuk memperluas sosialisasi serta memperkuat penerapan KTR.

Penegakan aturan tersebut nantinya dapat disertai sanksi terhadap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Alwiati berharap mahasiswa tidak hanya memahami bahaya kanker dan rokok untuk dirinya sendiri. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penyambung informasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Mahasiswa adalah corong pemerintah untuk menyampaikan kampanye pencegahan kanker. Jadilah contoh bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat,” pungkas Alwiati. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }