Kantor DPMPTSP Bontang. (ist)BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong pelaksanaan program fasilitas kemitraan penanaman modal sebagai upaya meningkatkan investasi daerah.
Program tersebut telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2026.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi investasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, UMKM, hingga investor.
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi langkah strategis untuk membuka peluang investasi sekaligus memperkuat peran pelaku usaha lokal di Kota Bontang.
Menurutnya, fasilitas kemitraan penanaman modal merupakan salah satu strategi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah.
“Program ini diharapkan mampu melibatkan pelaku usaha lokal dalam upaya peningkatan investasi di Kota Bontang,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, program tersebut ditargetkan mengalami peningkatan secara bertahap hingga tahun 2030.
“Secara bertahap hingga 2030 ditargetkan terdapat tujuh kegiatan dalam program ini,” jelasnya.
Di sisi lain, alokasi anggaran juga direncanakan meningkat setiap tahun, mulai dari Rp1 juta hingga mencapai Rp30 juta per tahun.
Peningkatan anggaran tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah dalam memperkuat pola kemitraan investasi secara berkelanjutan.
Karel berharap program fasilitas kemitraan penanaman modal itu dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bontang. (*)
Tidak ada komentar