Saat agus haris kunjungi lansia yang sedang sakit di wilayah kelurahan Bontang Baru. (Istimewa)NEWSBORNEO.ID – Perhatian terhadap kondisi warga terus diperkuat Pemerintah Kota Bontang melalui Program Tengok Tetangga. Kali ini, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turun langsung menemui dua warga lanjut usia (lansia) yang sedang sakit di Kelurahan Bontang Baru, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi cara pemerintah melihat kondisi warga secara langsung. Selain berdialog, Agus menyerahkan bantuan berupa beras dan minyak goreng untuk membantu kebutuhan harian kedua lansia.
Bagi Pemkot Bontang, Program Tengok Tetangga tidak sekadar menjadi kegiatan mengunjungi warga. Pertemuan langsung di lingkungan masyarakat dinilai penting untuk mengetahui kebutuhan maupun persoalan yang terkadang tidak muncul melalui laporan administratif.
Agus mengatakan pemerintah ingin memastikan warga yang membutuhkan perhatian tidak luput dari pemantauan. Karena itu, perangkat di tingkat kelurahan diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Kita ingin melihat langsung kondisi warga dan memastikan apa yang mereka butuhkan bisa diketahui pemerintah,” ujar Agus.
Menurutnya, persoalan yang ditemukan di lingkungan juga tidak selalu berkaitan dengan bantuan. Keluhan mengenai kebersihan, kondisi sosial, kenakalan remaja hingga kebutuhan lingkungan dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk menentukan langkah berikutnya.
Karena itu, Agus meminta para lurah tidak hanya menunggu masyarakat datang menyampaikan persoalan. Pemerintah di tingkat kelurahan diharapkan lebih sering turun dan berinteraksi dengan warga.
Program Tengok Tetangga juga dijalankan secara rutin di Kelurahan Bontang Baru. Lurah Bontang Baru Nur Huda mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pihak kelurahan untuk mendengar langsung kondisi masyarakat sekaligus menjaring berbagai persoalan di lingkungan.
Dengan pola tersebut, pemerintah dapat mengetahui persoalan sejak tingkat lingkungan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Semangat kepedulian dan gotong royong antarwarga juga diharapkan tetap terjaga.
Pemkot Bontang berharap pendekatan serupa terus berjalan di kelurahan lain. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan membuat warga lebih mudah menyampaikan kebutuhan dan mendapatkan respons.
“Yang paling penting pemerintah hadir, tahu kondisi warganya, dan tidak membiarkan mereka menghadapi persoalan sendirian,” pungkas Agus. (ADV)
Tidak ada komentar