PWI Kaltim dan SKK Migas Perkuat Kompetensi Wartawan Lewat UKW di Samarinda

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Sep 2026 17:59
3 menit membaca

SAMARINDA – Derasnya perkembangan media digital membuat wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan informasi, tetapi juga mampu memastikan setiap berita yang dipublikasikan akurat, terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan kompetensi wartawan menjadi salah satu hal yang kembali ditekankan dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Samarinda.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, tersebut digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda.

UKW diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Radio Republik Indonesia (RRI).

Sementara itu, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat dipercaya sebagai lembaga penguji.

Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat, Refa Riana, mengatakan UKW bukan sekadar proses untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Menurutnya, proses tersebut juga menjadi ruang bagi wartawan untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman baru dari para penguji.

“Kami berharap rekan-rekan selalu lulus kompetensi di kelasnya masing-masing dan mendapatkan tambahan pengetahuan serta pengalaman,” ujar Refa, Rabu (9/9/2026).

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan ujian dengan serius dan mengerjakan tugas yang diberikan penguji secara maksimal.

Refa berharap UKW dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“UKW ini diharapkan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan,” katanya.

Tantangan Media Digital Semakin Besar

Tantangan lain datang dari pesatnya pertumbuhan media online. Dewan Pengawas RRI, Endriman Butar Butar, menilai perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi membuat profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ia menyebut jumlah media online di Indonesia kini mencapai puluhan ribu. Namun, menurutnya, hanya sebagian kecil yang telah melalui proses verifikasi faktual.

“43.000 media online saat ini yang ada di Indonesia. Tapi hanya 900 yang terverifikasi,” ungkap Endriman.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas wartawan.

Menurut Endriman, perkembangan teknologi tidak boleh membuat wartawan meninggalkan prinsip dasar jurnalistik. Kemampuan memahami 5W+1H, membedakan fakta dan opini, melakukan verifikasi serta menentukan sudut pandang pemberitaan tetap menjadi fondasi utama.

Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari profesionalitas wartawan.

“Kalau kalian sudah kompeten, tidak akan ada yang ditolak karena sudah tercatat di Dewan Pers sebagai wartawan yang terverifikasi,” ujarnya.

Kecepatan Harus Diimbangi Akurasi

Hal senada disampaikan Manager Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi, Lely Sondakh.

Ia menilai perkembangan teknologi telah membuat distribusi informasi semakin cepat. Namun, kecepatan tersebut harus tetap dibarengi dengan ketelitian dalam memastikan kebenaran informasi.

“Kecepatan memang penting, tetapi akurasi, verifikasi, dan kredibilitas berita tetap menjadi yang utama,” ungkap Lely.

Menurutnya, wartawan memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, profesionalitas dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan jurnalistik.

Lely berharap peserta UKW dapat semakin meningkatkan kapasitasnya sehingga mampu menjalankan fungsi pers secara profesional, kritis dan berimbang.

Ia juga mengingatkan agar wartawan tetap menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai mata dan telinga publik.

Melalui pelaksanaan UKW tersebut, PWI Kaltim bersama SKK Migas dan RRI berharap lahir semakin banyak wartawan yang kompeten dan mampu menghadirkan pemberitaan berkualitas di tengah derasnya arus informasi digital. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }