Hadapi Kemarau, Pemprov Kaltim Gelar Sholat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Agu 2026 19:46
3 menit membaca

SAMARINDA – Di tengah kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama aparatur sipil negara (ASN), kepala perangkat daerah dan masyarakat menggelar Sholat Istisqa di Masjid Nurul Mu’minin, Jalan Gunung Arjuna, Kelurahan Jawa, Samarinda, Jumat (21/8/2026).

Sholat Istisqa tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Kaltim untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun. Selain doa, pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah penanganan untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap masyarakat dan lingkungan.

Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Dr. Puguh Harjanto, mengatakan kemarau yang terjadi saat ini mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan semakin terbatasnya ketersediaan air serta mengeringnya sejumlah lahan.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi kita bersama. Sebagai pemerintah, kami terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Menurut Puguh, menghadapi kondisi tersebut tidak cukup hanya dengan langkah teknis pemerintah. Masyarakat juga perlu melakukan ikhtiar batin dengan memperbanyak doa, bermuhasabah, memperbaiki diri, serta memohon ampun dan pertolongan kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berkumpul untuk menundukkan hati, bermuhasabah, memohon ampun atas segala kekhilafan dan memohon pertolongan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ia berharap doa yang dipanjatkan melalui Sholat Istisqa tersebut segera mendapat jawaban dengan turunnya hujan yang cukup, merata dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kaltim.

“Kita memohon agar Allah SWT mengabulkan permohonan kita dan segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Tak Sekadar Atasi Kekeringan

Puguh mengatakan, hujan yang dinantikan bukan hanya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Lebih dari itu, hujan juga diharapkan dapat mengembalikan kondisi lahan yang mulai mengering, membantu para petani, menjaga tanaman, serta mengisi kembali sumber-sumber air.

“Kita sangat berharap ketika Allah SWT menurunkan hujan, bukan hanya masyarakat yang mengalami kesulitan air yang terbantu, tetapi juga menjadi berkah bagi tanah-tanah yang kering, mengisi kembali sumber-sumber air, memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu para petani dan menjaga tanaman,” jelasnya.

Namun, ia juga berharap hujan yang turun nantinya benar-benar menjadi rahmat dan tidak berubah menjadi bencana baru.

“Semoga hujan yang kita nantikan menjadi hujan yang bermanfaat, tidak menyebabkan banjir, tetapi menjadi hujan yang membawa rahmat bagi kita semua,” harap Puguh.

Di tengah kondisi kemarau, Puguh turut mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan doa. Ikhtiar nyata, menurutnya, tetap harus dilakukan dengan menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Ia juga berharap Kalimantan Timur terhindar dari dampak yang lebih luas akibat kekeringan, termasuk ancaman kebakaran.

“Semoga Allah SWT mengangkat kesulitan yang kita alami, memberikan kecukupan air, menjaga Kalimantan Timur dari kekeringan dan kebakaran, serta menjaga keselamatan, kesehatan dan keberdayaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sholat Istisqa tersebut dipimpin dan diisi tausiah serta doa oleh Ustaz H. Sutanil Fadhlan Ma’ruf, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Darul Falah Samarinda.

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat, ASN di lingkungan Pemprov Kaltim, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar bersama, baik secara spiritual maupun melalui langkah nyata, dalam menghadapi dampak kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kaltim. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }