
BALIKPAPAN – Suasana penuh kebanggaan mewarnai Lapangan Mapolda Kalimantan Timur, Selasa (30/6/2026), saat ratusan personel mengikuti Upacara Korp Kenaikan Pangkat periode 1 Juli 2026. Momen istimewa ini terasa semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, serta dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, jajaran pejabat utama, dan personel yang menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk kepercayaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang telah ditunjukkan para anggota selama menjalankan tugas.
Menurutnya, bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Polri telah menempuh perjalanan panjang dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Usia 80 tahun merupakan simbol kematangan dan ketangguhan Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pada periode ini, sebanyak 966 personel Polda Kaltim memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Jumlah tersebut terdiri dari 955 personel kenaikan pangkat reguler dan 11 personel penerima pangkat pengabdian. Dari total tersebut, terdapat 50 perwira, 895 bintara, dan 21 tamtama.
Sebanyak 402 personel berasal dari satuan kerja Polda Kaltim, sementara 554 personel lainnya merupakan anggota Polres dan Polresta jajaran.
Kapolda mengingatkan bahwa pangkat baru harus diiringi dengan peningkatan kualitas diri, integritas, serta tanggung jawab yang lebih besar. Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula harapan masyarakat terhadap kinerja anggota Polri.
Ia meminta seluruh personel untuk menjadikan kenaikan pangkat sebagai motivasi dalam meningkatkan profesionalisme, menjaga etika, serta memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis kepada masyarakat.
“Pangkat baru harus tercermin dalam pola pikir yang lebih matang, sikap yang lebih bijaksana, dan kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti peran strategis Polda Kaltim dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah pesatnya pembangunan daerah, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi pusat perhatian nasional.
Karena itu, ia mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab.
Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi dengan menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra Polri di mata masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada keluarga personel yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan anggota Polri menjalankan tugas pengabdian.
“Dukungan keluarga menjadi kekuatan moral yang sangat penting bagi setiap anggota dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” katanya.
Menutup amanatnya, Kapolda mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, serta menjaga hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat, mahasiswa, media, dan komunitas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kalimantan Timur.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar