DPRD Bontang Dorong Lembaga Adat Kutai Kembangkan Pariwisata Berbasis Budaya dan Sejarah

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Jun 2026 10:00
2 menit membaca

BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, untuk terus mengambil peran aktif dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan sejarah sebagai upaya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dorongan tersebut disampaikan, Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama pengurus Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bontang, Kamis (4/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rustam menilai Bontang Kuala memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sebagai destinasi wisata yang mengedepankan nilai budaya, adat istiadat, dan sejarah lokal.

“Potensi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah. Karena itu, keterlibatan aktif lembaga adat dalam pengembangan sektor pariwisata, dinilai penting untuk memperkuat karakter kawasan wisata di Bontang Kuala.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga adat dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai potensi budaya dan sejarah yang dimiliki, Bontang Kuala dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi.

“Selain mendukung pelestarian budaya, pengembangan wisata berbasis sejarah dan kearifan lokal, juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bontang,” jelasnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, DPRD Bontang optimistis Bontang Kuala dapat berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan, yang tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }