Disdikbud Kutim Siapkan 35 Sekolah Menuju Kandidat Sekolah Rujukan Google, Transformasi Digital Pendidikan Dimulai

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
18 Nov 2025 03:53
Warta 0
2 menit membaca

KUTAI TIMUR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur semakin serius mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan. Tahun ini, program pengembangan Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) mulai digenjot di dua kecamatan perkotaan: Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Penguatan infrastruktur teknologi informasi dipandang sebagai kebutuhan mutlak agar pembelajaran relevan dengan perkembangan era digital.

“Kami fokus dulu di wilayah perkotaan. Infrastruktur internet di Sangatta sudah mendukung. Pembelajaran berbasis Google sangat tergantung pada jaringan yang stabil,” jelas Mulyono.

Untuk menjadi sekolah rujukan Google, setiap calon KSRG wajib memenuhi sejumlah indikator kesiapan digital. Di antaranya:

• Seluruh guru mengikuti Bimbingan Teknis Level 0 (L0) sebagai dasar penggunaan platform digital.
• Minimal 30 persen guru yang lulus L0 harus naik ke sertifikasi Level 1 (L1) dari Google.
• Guru dan siswa harus memiliki akun Google Workspace for Education agar pembelajaran dapat terintegrasi penuh.
• Sekolah wajib menyiapkan minimal 60 unit Chromebook sebagai perangkat pembelajaran berbasis digital untuk dua kelas.

Saat ini, Disdikbud telah mengusulkan sekitar 35 sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan untuk mengikuti program tersebut. Proses verifikasi dan pemenuhan indikator tengah berjalan.

“Target kami, akhir tahun sudah ada sekolah yang lolos dan resmi berstatus Sekolah Rujukan Google,” tambah Mulyono.

Dengan program ini, Disdikbud berharap pembelajaran di Kutai Timur menjadi lebih interaktif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital juga diharapkan membuka ruang kolaborasi guru–siswa yang lebih dinamis serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan era modern.

Jika sukses, model sekolah rujukan ini akan diperluas ke kecamatan lain hingga seluruh Kutai Timur berada pada level kesiapan digital yang setara. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }