
BONTANG – Kota Bontang kembali mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan birokrasi. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dua aplikasi resmi diluncurkan untuk mendukung kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Peluncuran SIKinDi dan SIPengKI digelar pada Rabu, 15 April 2026, di Ruang Rapat Diskominfo Bontang Lestari. Acara dihadiri Plt Sekretaris, kepala bidang, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai.
Kepala Bidang E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro, mengatakan peluncuran ini menjadi bagian dari perubahan cara kerja birokrasi. Bukan sekadar digitalisasi, tetapi juga penataan sistem kerja agar lebih terukur.
“Transformasi digital bukan hanya memindahkan sistem manual ke digital. Yang terpenting, proses kerja menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah dipantau,” ujar Yudi.
Aplikasi SIKinDi atau Sistem Informasi Kinerja Dinas dirancang untuk memantau dan mengevaluasi kinerja pegawai secara waktu nyata. Pimpinan dapat melihat capaian kerja secara langsung sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sementara itu, SIPengKI digunakan untuk mengelola perjanjian kerja dan dokumen kontrak secara digital. Sistem ini menggantikan proses manual yang selama ini dinilai memakan waktu dan rawan kesalahan administrasi.
“Kalau sebelumnya proses administrasi memakan waktu lama, sekarang bisa lebih cepat karena terintegrasi dalam satu sistem,” kata Yudi.
Digitalisasi ini tidak hanya berdampak pada internal organisasi. Penataan kerja yang lebih rapi diharapkan berujung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi berbasis digital di Kota Bontang. Pemerintah daerah menargetkan tata kelola yang lebih akuntabel, responsif, dan adaptif terhadap perubahan.
Ke depan, pemanfaatan aplikasi seperti SIKinDi dan SIPengKI diharapkan menjadi fondasi kerja pemerintahan yang berbasis data. Bukan hanya cepat, tetapi juga tepat dalam mengambil keputusan. [ADS/FR]
Tidak ada komentar