Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, tampak memantau langsung jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (13/2/2026). (Fahrul/Pranala.co)
BONTANG – Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai kembali berjalan setelah sempat dihentikan. Dua dapur telah dinyatakan beroperasi, sementara tujuh lainnya dalam proses pemenuhan standar dan dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bontang, Dwi Surya Saputra, mengatakan penghentian sebelumnya dilakukan karena dapur belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Saat ini dua dapur sudah beroperasi kembali karena telah memenuhi standar IPAL. Sisanya masih dalam proses, kami harapkan selesai bulan ini,” ujar Dwi, Kamis, 16 April 2026.
Dua dapur yang telah aktif kembali adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telihan dan Berbas Tengah 2. Sementara lima dapur lain telah menyelesaikan persyaratan IPAL dan tengah bersiap untuk beroperasi.
BGN menjadwalkan tiga dapur mulai beroperasi pada Jumat, 17 April 2026, dan dua dapur lainnya menyusul pada Senin, 20 April 2026. Adapun dua dapur tersisa masih dalam tahap pembenahan fasilitas pengolahan limbah.
Dwi menegaskan, tidak ada kelonggaran bagi dapur yang belum memenuhi standar lingkungan. Menurut dia, pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program MBG.
“Dapur tidak hanya soal menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan limbahnya dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Sebelumnya, sembilan dapur MBG di Bontang dihentikan sementara operasionalnya bukan karena kendala bahan pangan atau tenaga kerja, melainkan karena belum terpenuhinya standar pengelolaan limbah.
BGN memberikan waktu 14 hari kepada seluruh pengelola dapur untuk melengkapi persyaratan tersebut. Evaluasi dilakukan secara bertahap sebelum dapur diizinkan kembali beroperasi.
Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Ke depan, pengawasan terhadap seluruh dapur MBG akan diperketat.
Program MBG ini diharapkan tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi model layanan publik yang memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. (FR)
Tidak ada komentar