Saat Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan sambutannya sebelum Sholat Istisqa. (News Borneo)NEWSBORNEO.ID – Salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar Pemkot Bontang menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. Bersamaan dengan itu, warga diminta bijak menggunakan air dalam aktivitas sehari-hari.
Salat Istisqa dan doa bersama digelar di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Sabtu (5/9/2026). Ratusan warga, Forkopimda, ulama dan ASN mengikuti kegiatan tersebut.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kemarau membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui doa maupun kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan ketersediaan air.
“Selain berdoa, kita juga harus menjaga apa yang kita punya. Air harus digunakan dengan bijak, jangan berlebihan,” ujar Neni.
Menurutnya, penghematan air menjadi hal yang perlu diperhatikan masyarakat selama kondisi kering masih terjadi. Penggunaan air diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
Neni juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan selama musim kemarau. Aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah maupun lahan, diminta dihindari.
Dalam khotbahnya, Ketua MUI Kota Bontang KH Misbahul Munir turut mengajak masyarakat melakukan muhasabah dan meningkatkan kepedulian terhadap alam. Menjaga lingkungan dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab manusia.
“Semoga ikhtiar kita bersama mendapat keberkahan dan hujan segera turun. Yang tidak kalah penting, kepedulian terhadap lingkungan harus terus kita jaga,” tuturnya.
Pemkot Bontang berharap kesadaran menghemat air dan menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan selama kemarau. Masyarakat juga diminta saling mengingatkan agar kondisi lingkungan tetap terjaga.
“Doa kita panjatkan bersama, tetapi ikhtiar juga harus berjalan. Mari hemat air, jaga lingkungan dan hindari kegiatan yang bisa menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar