Saat Wakil Wali Kota, Agus Haris meninjau lapak penjualan sapi kurban di kawasan Jalan Pupuk Raya. (Newsborneo.id)BONTANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, geliat penjualan hewan kurban di Kota Bontang mulai terasa. Sejumlah lapak dadakan yang tersebar di beberapa titik tampak mulai dipadati calon pembeli.
Pemerintah Kota Bontang pun bergerak memastikan hewan ternak yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan aman untuk masyarakat.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turun langsung meninjau lapak penjualan sapi kurban di kawasan Jalan Pupuk Raya, Senin (25/5/2026). Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Ahmad Aznem bersama jajaran teknis.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kondisi fisik ternak, mulai dari kesehatan hewan, kebersihan kandang, kecukupan pakan, hingga kesiapan stok menjelang puncak pembelian.
Agus Haris menegaskan pengawasan ini menjadi langkah antisipasi agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang memenuhi syarat.
“Yang paling penting hewan yang dijual benar-benar sehat, layak, dan stoknya cukup sampai hari pelaksanaan kurban,” ujarnya.
Data DKP3 mencatat, saat ini ketersediaan hewan kurban di Bontang mencapai 1.502 ekor sapi, 1.522 ekor kambing, dan 97 ekor domba. Jumlah itu diperkirakan mampu menutup kebutuhan masyarakat selama musim kurban tahun ini.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagian pasokan kambing dan domba masih didatangkan dari luar daerah, terutama dari Jawa Timur. Meski demikian, pemerintah memastikan setiap hewan yang masuk wajib melewati pemeriksaan kesehatan sebelum diperjualbelikan.
Mulai dari vaksinasi, pengecekan dokter hewan, hingga masa observasi menjadi tahapan wajib yang diterapkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ternak.
Agus Haris menyebut, hingga saat ini kondisi Bontang masih dinyatakan aman dari penyakit hewan menular, sehingga distribusi sapi dari luar daerah masih berjalan normal.
Ia juga menyempatkan berdialog dengan sejumlah pedagang dan peternak. Dari hasil pemantauan itu, ia melihat sektor peternakan lokal terus berkembang dan mulai memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan aktivitas penjualan hewan kurban menjadi salah satu indikator tumbuhnya peluang usaha di sektor peternakan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara peternak lokal dan pedagang musiman.
“Ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan Iduladha, tapi juga menjadi perputaran ekonomi yang ikut menggerakkan masyarakat,” pungkasnya.
Tidak ada komentar