Saat kegiatan Dialog Pendidikan yang digelar PGRI Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (Newsborneo.id)BONTANG – Pemkot Bontang berencana menaikkan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada 2027 mendatang.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri Dialog Pendidikan yang digelar PGRI Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (20/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Neni menyebut nilai BOSDA tingkat SMP yang saat ini berada di kisaran Rp1 juta per siswa direncanakan naik pada tahun depan.
“Insyaallah kita tingkatkan menjadi Rp1,2 juta, bahkan diupayakan bisa sampai Rp1,4 juta per anak, baik negeri maupun swasta,” katanya.
Menurut Neni, peningkatan anggaran pendidikan harus berdampak langsung pada kondisi sekolah. Karena itu, pihaknya meminta pengelolaan anggaran dilakukan lebih terukur melalui kontrak kinerja kepala sekolah.
Ia menyoroti masih adanya fasilitas dasar sekolah yang perlu dibenahi, seperti toilet dan sanitasi.
“Kalau anggaran sudah besar, fasilitas dasar sekolah harus lebih bagus. Toilet sekolah misalnya, tidak boleh lagi ada yang tidak terawat,” ujarnya.
Tak hanya soal fasilitas, Pemkot juga tengah mematangkan solusi atas kekurangan guru di Bontang. Saat ini, sedikitnya 127 tenaga pendidik masih dibutuhkan akibat banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.
Di tengah aturan larangan pengangkatan honorer, Pemkot Bontang sedang menyusun formulasi agar dana BOSDA bisa digunakan untuk mendukung pembiayaan guru pengganti.
Bahkan, guru pengganti yang nantinya direkrut melalui Dinas Pendidikan diupayakan menerima insentif setara Upah Minimum Kota (UMK) Bontang.
“Kita ingin guru pengganti ini mendapatkan kesejahteraan yang layak. Makanya sedang kita formulasikan agar sesuai regulasi,” pungkasnya.
Tidak ada komentar