Warga Susuk Dalam Keluhkan Dampak Bendungan PT Sinergi Agro Industri, Sawah hingga Kolam Ikan Mengering

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Okt 2026 12:49
2 menit membaca

KUTAI TIMUR – Warga Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, mengeluhkan dampak pembangunan bendungan yang dilakukan PT Sinergi Agro Industri di aliran Sungai Susuk.

Bendungan tersebut disebut warga telah mengganggu pemanfaatan air sungai yang selama ini menjadi sumber utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan air minum, mandi, hingga mengairi sawah dan kolam ikan.

Kepala Dusun setempat, Ignasius Ibak, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat sejak 29 September 2026. Menurutnya, keberadaan bendungan membuat debit air yang mengalir ke wilayah masyarakat berkurang.

Dampaknya, sejumlah sawah warga mengalami kekeringan. Tak hanya itu, air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga juga menjadi keruh, sementara kolam ikan milik warga ikut mengering.

Ignasius menyayangkan langkah perusahaan yang dinilai justru memperburuk kondisi masyarakat di tengah musim kemarau. Terlebih, Sungai Susuk memiliki peranan penting bagi kehidupan warga setempat.

“Untuk makan, minum, mandi, dan bertani masyarakat sangat bergantung pada sungai itu. Apalagi sekarang kemarau, sulit mendapatkan air. Pihak perusahaan malah menutup sungai itu untuk keuntungan pribadi,” tegas Ignasius kepada Kata Kaltim, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kondisi kemarau panjang yang diperparah dengan adanya bendungan membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.

Ia menyebut masyarakat kini terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Harga air yang harus dibayarkan warga disebut mencapai Rp200 ribu untuk kapasitas 1.000 liter.

“Masyarakat terpaksa beli air untuk kebutuhan dasar. Harganya mencapai Rp200 ribu per 1.000 liter,” pungkasnya.

Persoalan tersebut, kata Ignasius, telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur. Pengaduan itu diharapkan dapat ditindaklanjuti dan diperiksa sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.

Mewakili masyarakat Desa Susuk Dalam, Ignasius meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas kondisi yang dialami warga.

Ia juga mendesak agar aliran Sungai Susuk yang sebelumnya ditutup segera dibuka kembali. Dengan begitu, masyarakat dapat kembali memanfaatkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sebelum adanya bendungan.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian, mengingat kebutuhan terhadap air semakin mendesak di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }