Kepala Desa Klempang Sari, Sugiyarto, di hadapan tim dewan juri. Dalam kesempatan itu, Sugiyarto didampingi Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, serta sejumlah pihak yang selama ini ikut mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.SAMARINDA – Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, tidak hanya datang membawa program saat mengikuti penilaian tingkat nasional. Desa ini turut memperkenalkan berbagai potensi lokal yang terus dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, ekonomi kreatif, budaya, pelayanan publik hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah komoditas lengkeng. Buah yang banyak dikembangkan masyarakat setempat itu diproyeksikan tidak sekadar menjadi produk pertanian, tetapi juga bagian dari konsep pengembangan wisata desa.
Berbagai potensi dan inovasi tersebut dipaparkan Kepala Desa Klempang Sari, Sugiyarto, di hadapan tim dewan juri. Dalam kesempatan itu, Sugiyarto didampingi Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, serta sejumlah pihak yang selama ini ikut mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Sugiyarto mengatakan pembangunan di Klempang Sari diarahkan tidak hanya pada penguatan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah desa juga berupaya menggali potensi ekonomi masyarakat sekaligus mempertahankan kekayaan budaya lokal.
“Lengkeng ini salah satu potensi utama kami. Harapannya bisa dikembangkan menjadi bagian dari wisata desa, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari sisi pertanian sekaligus dari kunjungan wisatawan,” ujar Sugiyarto.
Rencana tersebut akan dikembangkan melalui sejumlah agenda, termasuk pelaksanaan panen raya buah lengkeng secara bersama-sama dan pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
Pemerintah Desa Klempang Sari berharap pengembangan komoditas tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.
Tak berjalan sendiri, pengembangan desa juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR PT Kideco Jaya yang turut mendukung sejumlah kegiatan dan program pemberdayaan masyarakat di Klempang Sari.
Dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat juga datang dari sektor perempuan melalui TP PKK Desa Klempang Sari. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Paser, salah satunya melalui bantuan pagar Posyandu.
Bantuan tersebut dinilai memberikan kenyamanan sekaligus menunjang aktivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur, Siti Sugiyanti, turut memberikan dukungan terhadap Klempang Sari.
Di hadapan tim juri, Siti menilai desa tersebut memiliki potensi yang cukup kuat untuk terus dikembangkan, terutama karena kekayaan komoditas dan produk budaya yang dimiliki masyarakat.
“Tidak akan rugi datang ke Klempang Sari, karena segala sesuatunya akan didapatkan di sini. Di sana masing-masing rumah minimal dua pohon di depan rumahnya. Selain itu ada batik khas Paser,” tegas Siti.
Selain lengkeng, Klempang Sari juga menyimpan beragam potensi budaya dan ekonomi kreatif. Pakaian adat, suvenir khas Paser, kesenian tradisional hingga berbagai produk UMKM menjadi bagian dari kekayaan lokal yang terus didorong agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Penguatan sektor UMKM dilakukan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan digitalisasi, peningkatan branding produk hingga dukungan terhadap usaha produktif masyarakat.
Upaya tersebut diarahkan agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga dapat memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
Di sisi pelayanan publik, Pemerintah Desa Klempang Sari juga menghadirkan sejumlah inovasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan.
Di antaranya melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis QR Code, program jemput aspirasi masyarakat serta Pojok Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Desa.
Sugiyarto menegaskan, berbagai program yang ditampilkan dalam penilaian tingkat nasional bukan sekadar dipersiapkan untuk kepentingan kompetisi.
Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah menyiapkan keberlanjutan berbagai program agar manfaatnya tetap dirasakan setelah seluruh tahapan penilaian selesai.
Penguatan ketahanan pangan, pengembangan komoditas lengkeng, desa wisata, UMKM hingga peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat menjadi sejumlah agenda yang akan terus dilanjutkan.
Bagi Klempang Sari, penilaian tingkat nasional sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah dan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Momentum tersebut juga diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih besar dengan pemerintah daerah, dunia usaha maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan kolaborasi dan dukungan masyarakat, Pemerintah Desa Klempang Sari berharap potensi yang dimiliki tidak berhenti sebatas menjadi materi dalam penilaian nasional. Lebih jauh, potensi tersebut diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Tidak ada komentar