Kutai Timur siapkan skema listrik komunal di daerah 3T

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Sep 2026 11:50
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan skema listrik komunal untuk memperluas akses elektrifikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Pulau Miang yang hingga kini belum terlayani jaringan listrik PLN secara memadai.

“Sudah ada rencana beberapa opsi. Cuma yang di Pulau Miang itu rencana pakai listrik komunal PLN,” kata Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, di Sangatta, Senin (21/9).

Dia mengatakan rencana penerapan listrik komunal PLN di Pulau Miang menjadi salah satu opsi yang telah dibahas dan disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Skema tersebut disiapkan untuk menjawab keterbatasan kapasitas listrik yang selama ini digunakan masyarakat Pulau Miang. Warga mengeluhkan daya listrik yang tersedia belum mencukupi kebutuhan rumah tangga, termasuk untuk menggunakan peralatan elektronik seperti kulkas.

Selama ini, masyarakat menggunakan layanan listrik komunal dengan sistem pembayaran flat. Melalui rencana skema listrik komunal PLN, warga nantinya memiliki opsi untuk menambah daya sesuai kebutuhan, dengan mengikuti ketentuan tarif yang berlaku.

Selain Pulau Miang, Pemkab Kutim juga menyiapkan opsi pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat di Tanjung Mangkalihat dan Sandaran.

Untuk kedua wilayah tersebut, salah satu alternatif yang dibahas adalah penarikan jaringan listrik dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau. Wilayah itu dipertimbangkan karena telah memiliki jaringan listrik dan menjadi salah satu titik terdekat untuk menjangkau kawasan tersebut.

“Dari Berau walaupun jauh, tapi tarik kabel dari Teluk Sumbang. Nah, Teluk Sumbang sudah ada listriknya. Teluk Sumbang terdekat di situ,” ujarnya.

Mahyunadi menyebutkan, tingkat elektrifikasi Kutim berdasarkan hasil verifikasi telah mencapai 97,87 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah masih berupaya memperluas layanan listrik agar masyarakat di wilayah yang belum terjangkau dapat menikmati akses energi yang memadai.

Berbagai opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pihak terkait. Pemkab Kutim berharap skema yang disiapkan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah terpencil. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }