Festival Bedug dan Tahfidz Alquran BKPRMI Bontang Berakhir Meriah, IRMA Al Hijrah Pertahankan JuaraBONTANG – Festival Bedug dan Lomba Tahfidz Al-Qur’an Beregu yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang dalam rangka memeriahkan Ramadan 1447 Hijriah resmi berakhir pada Ahad malam (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 6 Maret 2026 tersebut ditutup oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kota Bontang, Anwar Sadat, di halaman Sekretariat BKPRMI di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Dalam acara penutupan itu, Anwar Sadat juga menyerahkan trofi kepada para pemenang lomba.
Festival tahunan yang telah memasuki tahun ke-14 ini menjadi salah satu agenda Ramadan yang selalu dinanti masyarakat. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan seni islami.
Pada lomba tabuh bedug, IRMA Al Hijrah Tanjung Laut kembali berhasil mempertahankan gelar juara pertama.
Posisi kedua diraih IRMA Al Akrobun Gunung Sari dari Kelurahan Tanjung Laut, sedangkan IRMA Baitul Muttaqin Gunung Elai menempati peringkat ketiga.
Sementara itu, pada lomba Tahfidz Al-Qur’an beregu, IRMA Nurul Iman Berbas Tengah berhasil meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati IRMA Baitul Muttaqin, sedangkan IRMA Al Hikmah Guntung memperoleh penghargaan sebagai penyaji terbaik ketiga.
Tahun ini, festival diikuti oleh berbagai organisasi remaja di Kota Bontang, mulai dari Ikatan Remaja Masjid (IRMA), Ikatan Remaja Langgar (IRLA), hingga Rohani Islam (Rohis) dari sejumlah sekolah.
Panitia mencatat delapan kelompok mengikuti lomba tabuh bedug, sementara 27 tim berpartisipasi dalam lomba Tahfidz Al-Qur’an beregu.
Mewakili Wali Kota Bontang, Anwar Sadat menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda, khususnya selama bulan Ramadan.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter serta penanaman nilai-nilai keagamaan.
“Ini sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kota Bontang, yakni mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti festival bedug dan tahfidz Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, baik dari sisi kemampuan, keterampilan, maupun nilai moral dan spiritual.
Acara penutupan festival turut dihadiri Anggota DPRD Bontang Saiful Rizal, Ketua Umum BKPRMI Kota Bontang Atim Prasojo, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pembina remaja masjid.
Ketua panitia Riyadi melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan aman. Ia juga menyebut antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut sangat tinggi.
Sejak hari pertama hingga malam penutupan, halaman Sekretariat BKPRMI dipadati warga yang datang untuk menyaksikan penampilan para peserta.
“Sejak awal pelaksanaan hingga malam penutupan, halaman Sekretariat BKPRMI dipadati penonton yang ingin menyaksikan penampilan para peserta,” ujarnya. (RED)
Tidak ada komentar