Dispopar Bontang Siapkan Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Retribusi Wisata

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
14 Agu 2026 15:01
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mulai menyiapkan perubahan pola pengelolaan retribusi di sejumlah destinasi wisata. Setelah menjalani masa uji coba sejak Mei 2026, pemungutan retribusi nantinya diarahkan melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, M. Ihsan, mengatakan masa uji coba dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sebelum pola kerja sama diterapkan. Selama hampir empat bulan, Dispopar mempelajari pola kunjungan dan penerimaan di destinasi wisata.

“Sudah hampir empat bulan kami membaca situasi di lapangan. Kami sudah tahu bagaimana pola kerjanya, pendapatannya, dan hal-hal yang perlu dilakukan,” kata Ihsan.

Masa uji coba tersebut dijadwalkan berakhir pada September 2026. Setelah itu, Dispopar akan mulai mempersiapkan pola kerja sama dengan masyarakat yang berada di sekitar destinasi wisata.

Masyarakat yang nantinya menjadi mitra tidak langsung ditetapkan. Dispopar akan melakukan seleksi untuk melihat pihak yang dinilai mampu menjalankan tugas pemungutan sesuai mekanisme yang disepakati.

Bontang Kuala dan kawasan Mangrove menjadi bagian dari lokasi yang akan diarahkan menggunakan pola tersebut. Pelibatan warga juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar keberadaan destinasi wisata turut memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Ihsan menyebut mekanisme kerja sama akan disusun berdasarkan hasil evaluasi selama masa uji coba. Dispopar telah memiliki gambaran mengenai pola kerja, penerimaan serta kondisi yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan di lapangan.

“Ke depan kami rencanakan kerja sama dengan masyarakat setempat. Nanti kami lihat dan seleksi siapa yang sekiranya bisa bekerja sama dengan Dispopar,” ujarnya.

Melalui pola tersebut, pengelolaan retribusi diharapkan tidak hanya mendukung penerimaan daerah, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.

“Kami berharap bisa memberdayakan masyarakat Bontang Kuala dan masyarakat Berbas Pantai melalui kerja sama terkait pemungutan retribusi,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }