Jembatan SMPN 5 Bontang Disiapkan Jadi Akses Warga, Tak Hanya untuk Pelajar

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Sep 2026 16:04
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Rencana pembangunan jembatan menuju SMPN 5 Bontang tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki akses pelajar menuju sekolah. Pemerintah Kota Bontang juga menginginkan fasilitas tersebut nantinya bisa digunakan masyarakat secara umum.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan saat Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama jajaran Pemkot bertemu manajemen PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nusa Etika (KNE), Rabu (9/9/2026).

Pemkot sedang mengupayakan kepastian pemanfaatan lahan perusahaan sebagai bagian dari rencana pembangunan jembatan baru. Dari pembahasan tersebut, PT KIE telah menyatakan persetujuan untuk menghibahkan lahan, sedangkan PT KNE masih memprosesnya melalui mekanisme internal perusahaan.

Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan, Pemkot Bontang menyiapkan jembatan baru dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 10 meter.

Agus mengatakan pembangunan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk kebutuhan aktivitas sekolah. Infrastruktur itu diharapkan sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi warga yang menggunakan jalur tersebut.

“Jembatan ini nantinya bukan hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat yang melintas,” ujar Agus.

Direktur Utama PT KNE Herliani menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia menjelaskan proses hibah aset perusahaan tetap harus mengikuti tata kelola yang berlaku, termasuk pembahasan dengan dewan komisaris dan pemegang saham.

Menurut Herliani, lahan yang selama ini digunakan memang sudah cukup lama dimanfaatkan melalui mekanisme pinjam pakai. Perubahan status menjadi hibah membutuhkan tahapan berbeda.

“Sudah 21 tahun digunakan dengan mekanisme pinjam pakai. Kalau menjadi hibah, tentu ada prosedur yang harus kami lewati,” jelas Herliani.

Pemkot Bontang selanjutnya akan melanjutkan komunikasi dengan perusahaan sembari menyiapkan kebutuhan perencanaan. Kepastian lahan menjadi bagian yang harus dituntaskan sebelum rencana pembangunan masuk ke tahapan berikutnya.

Agus berharap proses tersebut dapat berjalan sehingga pembangunan jembatan nantinya tidak hanya menyelesaikan persoalan akses menuju SMPN 5, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi kawasan sekitar.

“Harapannya akses ini benar-benar menjadi fasilitas publik yang bisa dirasakan bersama, bukan hanya digunakan untuk kepentingan sekolah,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }