
SAMARINDA – Tahapan penilaian Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 saat ini telah memasuki fase yang cukup krusial, yakni pelaksanaan sesi presentasi sekaligus validasi data terhadap 10 desa wisata terbaik yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa proses validasi ini dilakukan untuk memastikan kembali kesiapan masing-masing desa wisata, sekaligus mencocokkan dan memverifikasi data yang sebelumnya telah disampaikan oleh para peserta.
“Melalui tahapan ini kami ingin memastikan bahwa seluruh desa wisata yang masuk dalam tahap final benar-benar memiliki kesiapan yang matang, inovasi yang berkelanjutan, serta komitmen yang kuat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman kaltimprov.go.id, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Ririn menjelaskan bahwa lomba desa wisata tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang kompetisi semata, melainkan juga sebagai sarana pembinaan serta evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata desa di Kalimantan Timur.
Ia juga menilai bahwa pengembangan desa wisata memiliki peluang yang sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diproyeksikan akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke wilayah penyangga di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kaltim, Angit Ding, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, mencakup berbagai aspek penting seperti daya tarik wisata, kelembagaan pengelola, kebersihan lingkungan, hingga sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata tersebut.
“Validasi ini menjadi sangat penting agar seluruh data yang disampaikan oleh desa wisata benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi serta implementasi yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Rangkaian tahapan presentasi dan validasi ini selanjutnya akan menjadi dasar utama bagi tim penilai dalam menentukan Desa Wisata Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026. (*)
Tidak ada komentar