DBD Mengintai Pekerja IKN, Pemkab PPU Latih Tim K3 dan Tenaga Medis

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Agu 2026 20:36
3 menit membaca

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan pelatihan kepada tim keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tenaga medis yang bertugas di proyek pembangunan IKN.

Pelatihan tersebut menjadi langkah antisipasi mengingat tingginya mobilitas pekerja di kawasan pembangunan Nusantara. Terlebih, sepanjang 2026 tercatat 24 pekerja proyek IKN terjangkit DBD.

Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengatakan pelatihan diberikan agar tim K3 dan tenaga medis di setiap proyek mampu melakukan deteksi dini serta pencegahan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Mencegah DBD dengan memberikan pelatihan kepada tim K3 dan tenaga medis di setiap proyek pembangunan IKN,” ujar Harjito di Penajam Paser Utara, Sabtu.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengenali jentik nyamuk sekaligus penggunaan dan pendistribusian larvasida.

Menurut Harjito, penguatan kapasitas tim K3 dan tenaga medis penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam melakukan pemantauan kesehatan pekerja di lokasi proyek.

Dinas Kesehatan PPU juga terus berkoordinasi dengan Otorita IKN untuk memperluas pelatihan ke seluruh segmen proyek pembangunan di kawasan IKN.

Musim Kemarau Jadi Perhatian

Harjito mengingatkan masyarakat dan pengelola proyek untuk mewaspadai potensi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD, khususnya saat musim kemarau.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat menampung air bersih dalam wadah terbuka justru dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Kebanyakan masyarakat pada musim kemarau menampung air bersih dalam wadah terbuka, yang justru menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak,” jelasnya.

Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap menjadi langkah utama untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk sekaligus menekan penyebaran virus dengue.

Langkah tersebut dinilai semakin penting di kawasan IKN yang memiliki tingkat mobilitas penduduk dan pekerja cukup tinggi.

Kasus DBD Terus Ditekan

Berdasarkan data Dinas Kesehatan PPU, sepanjang 2026 telah tercatat 113 kasus DBD di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kasus tersebut tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Sebagian wilayah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan pembangunan IKN.

Pemerintah daerah menargetkan jumlah kasus DBD tahunan dapat ditekan dan tidak kembali menembus angka 200 kasus.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab PPU dalam mengendalikan penyakit yang masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat.

Tren kasus DBD sendiri menunjukkan penurunan cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.

Pada 2024, kasus DBD di PPU tercatat mencapai 1.484 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 384 kasus pada 2025.

“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus DBD agar tidak kembali meningkat,” kata Harjito.

Dengan memperkuat edukasi, pemberantasan sarang nyamuk, pemantauan jentik, penggunaan larvasida, serta peningkatan kapasitas tim K3 dan tenaga medis di proyek IKN, Pemkab PPU berharap potensi penyebaran DBD dapat ditekan sejak dini. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }