Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., (tengah, red) mengikuti Ladies Program yang dihadiri para istri wali kota dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (1/7/2026).Balikpapan – Keikutsertaan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., dalam rangkaian kegiatan pendamping Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antardaerah. Dari forum tersebut, Nurlena membawa pulang berbagai gagasan dan pengalaman yang diyakini dapat memperkuat program pemberdayaan perempuan di Kota Balikpapan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026), Nurlena mengikuti Ladies Program bersama para istri wali kota dari berbagai penjuru Indonesia. Agenda tersebut menghadirkan sejumlah materi strategis, mulai dari penguatan kepemimpinan perempuan, pembangunan kepercayaan diri, hingga kemampuan komunikasi di ruang publik.
Menurut Nurlena, forum tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya peningkatan kapasitas perempuan agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, baik melalui keluarga, organisasi kemasyarakatan, maupun kegiatan sosial lainnya.
“Banyak ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang kami peroleh dari para narasumber maupun peserta dari berbagai daerah. Ini menjadi bekal berharga untuk terus memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Ia menuturkan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai berbagai program unggulan yang telah dijalankan di masing-masing daerah. Melalui diskusi dan pertukaran gagasan itu, muncul beragam ide yang berpotensi diadaptasi untuk mendukung program pemberdayaan perempuan dan keluarga di Balikpapan.
Selain mengikuti sesi edukatif, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat budaya Kota Medan melalui kegiatan city tour menggunakan becak bermotor atau bentor, moda transportasi khas yang telah menjadi salah satu ikon daerah tersebut.
Bagi Nurlena, pengalaman menaiki bentor menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama berada di Medan. Pasalnya, moda transportasi serupa tidak ditemukan di Kota Balikpapan.
“Di Balikpapan tidak ada bentor, jadi saat berada di Medan saya ingin merasakan langsung pengalaman itu. Sangat menyenangkan karena selain berkeliling kota, kami juga bisa melihat lebih dekat kehidupan masyarakat dan kekayaan budaya lokal yang dimiliki Medan,” katanya.
Menurutnya, pengenalan budaya daerah dalam setiap agenda nasional memiliki nilai penting karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami karakteristik, potensi, dan keunikan daerah lain di Indonesia.
Ladies Program sendiri merupakan salah satu agenda pendamping Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas para istri kepala daerah melalui berbagai kegiatan edukatif, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antardaerah.
Nurlena berharap berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat program pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.
Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran ide antarwilayah merupakan modal penting untuk melahirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. (*)
Tidak ada komentar