Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Saridewi.SAMARINDA – Keindahan alam Pulau Maratua kembali akan berpadu dengan alunan musik jazz dalam ajang bergengsi Maratua Jazz 2026. Festival yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kalimantan Timur ini siap menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan dengan menggabungkan hiburan kelas internasional dan pesona ekowisata bahari yang mendunia.
Digelar di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, festival ini tidak hanya menawarkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga mengajak pengunjung menikmati keindahan alam tropis yang selama ini menjadikan Maratua dikenal sebagai “Maldives-nya Indonesia”.
Hamparan laut biru jernih, kekayaan bawah laut, serta suasana pulau yang masih alami akan menjadi latar istimewa bagi para musisi dan wisatawan yang hadir dalam perhelatan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Saridewi, mengatakan Maratua Jazz dirancang lebih dari sekadar festival musik. Event ini mengusung konsep yang mengintegrasikan hiburan, konservasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam satu rangkaian kegiatan.
Empat pilar utama menjadi fondasi penyelenggaraan Maratua Jazz 2026, yakni konservasi lingkungan, penguatan komunitas dan budaya lokal, promosi kuliner khas daerah, serta perpaduan konser musik dengan aktivitas wisata selam yang menjadi daya tarik utama Pulau Maratua.
“Maratua Jazz bukan hanya tentang musik. Ini adalah ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi daerah kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara,” ujar Ririn.
Ia mengakui tantangan sektor pariwisata saat ini cukup dinamis, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Namun demikian, optimisme terhadap tingginya minat kunjungan wisatawan tetap terjaga.
Menurutnya, daya tarik alam Maratua yang unik dan konsep festival yang berbeda menjadi modal kuat untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Ririn menekankan keberhasilan penyelenggaraan festival tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertunjukan, tetapi juga oleh kemampuan panitia dalam menghadirkan pelayanan wisata yang profesional dan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung.
“Promosi harus dikemas secara kreatif dan pelayanan kepada wisatawan harus menjadi prioritas. Hospitality yang baik akan menciptakan pengalaman positif sehingga pasar wisata dapat berkembang lebih luas,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan Maratua Jazz 2026 mampu meningkatkan segmentasi pasar wisata Kalimantan Timur sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Berau.
Lebih dari sekadar ajang hiburan, festival ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, memperkuat citra Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia, sekaligus mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Dengan perpaduan musik, budaya, kuliner, dan keindahan bawah laut yang memukau, Maratua Jazz 2026 diyakini kembali menjadi magnet wisata yang mampu menarik perhatian dunia ke surga tropis di ujung timur Kalimantan. (*)
Tidak ada komentar