Balikpapan Mulai Terpapar Kabut Asap, Dua Penerbangan Sempat Dialihkan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Agu 2026 13:32
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan. Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu jarak pandang maupun aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan adanya sejumlah titik yang mulai terindikasi asap.

Meski demikian, konsentrasi asap di Balikpapan masih relatif tipis dan cepat berubah mengikuti pergerakan angin.

“Pantauan kami sekarang memang ada beberapa titik yang sudah masuk kabut asap. Tetapi kabut asapnya tidak separah seperti yang ada di Kalimantan Selatan atau Kalimantan Barat,” ujar Djoko, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, sebagian asap yang terpantau di Balikpapan merupakan kiriman dari wilayah lain, terutama Kalimantan Selatan. Arah angin membuat asap yang masuk ke Balikpapan tidak bertahan dalam konsentrasi tinggi.

“Di Balikpapan kita cuma kiriman dari Kalimantan Selatan. Jadi tidak ada signifikan asap yang ada di sini,” katanya.

Djoko mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan meteorologi, aktivitas Karhutla yang cukup besar justru terdeteksi di wilayah Berau.

Namun, kondisi angin saat ini membuat asap dari wilayah tersebut tidak bergerak langsung menuju Balikpapan.

“Yang paling besar terjadi pantauan kami di Berau. Tetapi awan dan anginnya bertiup dari timur ke arah utara, sehingga Kalimantan Timur, tanda kutip, agak aman dengan asap,” jelasnya.

Dampaknya, jarak pandang di Balikpapan hingga kini masih berada pada kondisi yang relatif aman.

“Untuk jarak pandang dari pantauan kami masih sekitar 8 sampai 10 kilometer, jadi relatif masih aman,” ujarnya.

Meski demikian, Djoko mengingatkan kondisi tersebut bersifat dinamis. Perubahan jumlah titik api maupun arah angin sewaktu-waktu dapat membuat konsentrasi asap meningkat dan memengaruhi jarak pandang.

Ada Wilayah Jarak Pandang Turun hingga 3,5 Kilometer

Kondisi berbeda terjadi di sejumlah daerah yang mengalami kebakaran lokal dengan durasi penanganan lebih lama. Kabut asap di wilayah tersebut sempat menyebabkan jarak pandang turun cukup drastis.

Djoko mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, jarak pandang di salah satu wilayah terdampak bahkan sempat berada di kisaran 3,5 kilometer.

“Kalau benar-benar sudah kemarin kita pantau, memang ada kabut asap sekitar 3,5 kilometer. Itu sudah tidak normal,” katanya.

Menurutnya, jarak pandang pada level tersebut mulai berisiko mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi dan penerbangan.

“Sudah berbahaya, kabutnya agak tebal di sana karena kebakarannya lokal dan lama dipadamkan,” ujarnya.

Sementara Balikpapan dinilai masih relatif terkendali karena sejumlah titik kebakaran dapat segera ditangani. Djoko juga mengapresiasi kesigapan petugas dan relawan dalam menangani kebakaran di wilayah tersebut.

“Saya salut dengan tim dan relawan-relawan kita yang sigap terhadap api yang ada di Balikpapan,” katanya.

Penerbangan di Sepinggan Masih Aman

Meski asap mulai terpantau, kondisi tersebut belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan.

Djoko memastikan jarak pandang yang ada saat ini masih memungkinkan pesawat melakukan aktivitas penerbangan secara aman.

“Penerbangan di Balikpapan masih aman,” tegasnya.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Bandara SAMS Sepinggan sempat menerima penerbangan yang dialihkan dari bandara tujuan karena kondisi kabut asap membuat pesawat tidak dapat mendarat.

“Ada beberapa hari kemarin ada dua penerbangan yang dialihkan ke Balikpapan karena di bandara tujuan yang terdampak asap mereka tidak bisa landing di sana,” ungkap Djoko.

Penerbangan tersebut antara lain berasal dari rute yang seharusnya menuju Banjarmasin dan Pontianak.

Kondisi ini menjadi indikasi bahwa dampak Karhutla mulai merembet ke sektor transportasi udara di sejumlah wilayah Kalimantan. Meski Balikpapan masih relatif aman, perkembangan titik api dan arah angin tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Dengan jarak pandang saat ini yang masih mencapai 8–10 kilometer, aktivitas penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan tetap berjalan. Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu jika konsentrasi asap meningkat atau arah angin berubah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }