20 Petinju Ramaikan Bontang Rampage Vol. 2, UMKM dan Musisi Lokal Ikut Unjuk Potensi.

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
26 Okt 2026 17:46
2 menit membaca

BONTANG – Sebanyak 20 petinju unjuk kemampuan dalam ajang Bontang Rampage Open Sparring Vol. 2 yang digelar di halaman Kantor DPMPTSP, Jalan Awang Long, Kota Bontang, Sabtu (24/10/2026) malam. Sebanyak 10 pertandingan dijadwalkan tersaji dalam kegiatan tersebut.

Tak sekadar menjadi arena adu kemampuan di atas ring, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), musisi lokal, serta komunitas kreatif untuk menunjukkan potensi mereka.

Kolaborasi olahraga, hiburan, dan ekonomi kreatif ini dinilai dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Aktivitas masyarakat yang semakin dinamis diharapkan turut memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal.

Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Rafidah, hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Rafidah mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bontang Rampage Open Sparring Vol. 2. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Bontang Combat Championship.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperbanyak ruang positif bagi generasi muda dalam menyalurkan energi, mengembangkan bakat, serta membangun prestasi.

Bontang, kata dia, dikenal sebagai kota industri yang tumbuh dengan semangat kerja keras, disiplin, dan ketangguhan. Namun, potensi kota ini diharapkan tidak hanya tercermin dari sektor industrinya, tetapi juga dari prestasi atlet, kreativitas anak muda, dan kekuatan komunitas masyarakat.

Kehadiran Bontang Rampage menjadi salah satu contoh bagaimana karakter kota industri dapat berpadu dengan olahraga bela diri, hiburan, dan kreativitas generasi muda.

Rafidah juga mengapresiasi perhatian panitia terhadap kualitas pertandingan dan keselamatan para atlet. Hal itu diwujudkan melalui kerja sama dengan Arena Fighter Camp, keterlibatan wasit dan juri berlisensi, serta dukungan tenaga medis selama kegiatan berlangsung.

Ia mengingatkan para petinju agar bertanding dengan penuh semangat, tetap menghormati lawan, dan mematuhi seluruh aturan pertandingan.

Menurutnya, mental juara tidak hanya ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga oleh kedisiplinan, sportivitas, dan sikap menghargai sesama atlet.

Melalui kegiatan ini, Bontang diharapkan semakin memiliki ruang bagi tumbuhnya atlet berprestasi sekaligus berkembangnya UMKM, pelaku seni, dan komunitas kreatif lokal. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }