Bentengi Remaja dari Pengaruh Negatif Era Digital, IRMA Jami’ Al-Hidayah Gelar Festival Hadroh

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Okt 2026 18:08
3 menit membaca

BONTANG – Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang strategis untuk membina karakter dan mengembangkan potensi generasi muda. Semangat inilah yang diusung Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Jami’ Al-Hidayah melalui Festival Hadroh Al-Banjari yang digelar di halaman Masjid Jami’ Al-Hidayah, Kota Bontang.

Festival yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu malam atau malam Senin tersebut menjadi wadah bagi para remaja untuk menyalurkan kreativitas melalui seni musik Islami sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Bontang, Lukman, yang mewakili Wali Kota Bontang, Jumat (9/10/2026) malam.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua Yayasan Jami’ Al-Hidayah, Ketua Takmir Masjid Jami’ Al-Hidayah, para sesepuh, alim ulama, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan seni Islami.

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi kepada IRMA Jami’ Al-Hidayah yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, festival hadrah merupakan langkah positif untuk mengarahkan energi, kreativitas, dan potensi remaja ke dalam aktivitas yang bermanfaat.

“Melalui seni hadrah, anak-anak muda belajar tentang kerja sama tim, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Mereka menyalurkan kreativitas dan energi ke dalam kegiatan yang bernilai ibadah,” ujar Lukman.

Ia menilai, kegiatan berbasis masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup yang semakin dinamis. Pembinaan yang positif diharapkan dapat memperkuat nilai moral, spiritual, serta kepedulian sosial di kalangan remaja.

Lukman juga mengingatkan agar momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, generasi muda perlu dibekali karakter yang kuat, sikap percaya diri, dan kemampuan beradaptasi agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang menjadi pegangan hidup.

Festival Hadroh Al-Banjari ini juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Bontang sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat harmoni sosial melalui kolaborasi.

Interaksi antarpeserta dan masyarakat selama festival diharapkan mampu mempererat silaturahmi, menumbuhkan ukhuwah Islamiah, serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Di hadapan para peserta, Lukman menegaskan bahwa keberhasilan festival tidak semata-mata ditentukan oleh piala atau gelar juara yang diraih. Hal terpenting adalah bagaimana kegiatan tersebut menjadi sarana mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah, memakmurkan masjid, dan menyebarkan energi positif di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Kota Bontang pun memandang pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari kemajuan daerah. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas karakter, ketangguhan spiritual, dan kepedulian sosial generasi mudanya.

Melalui Festival Hadroh Al-Banjari, semangat pembinaan remaja berbasis masjid diharapkan terus tumbuh dan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menciptakan generasi muda Bontang yang berakhlak mulia, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }