IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Investasi Regional Jadi Sorotan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Okt 2026 17:55
2 menit membaca

KUCHING – Ibu Kota Nusantara (IKN) ditetapkan sebagai tuan rumah Borneo Economic Forum 2027. Penetapan ini diumumkan pada penutupan Borneo Economic Forum 2026: Shaping the Future of Borneo, yang berlangsung di Hotel Hilton, Kuching, Rabu (7/10/2026).

Forum tersebut akan menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar pada 2023 dan 2026. Borneo Economic Forum mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia—khususnya Sabah dan Sarawak—serta Brunei Darussalam.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk membahas peluang perdagangan, investasi, konektivitas, serta penguatan kerja sama ekonomi lintas wilayah di Pulau Borneo.

Penunjukan IKN sebagai tuan rumah pada 2027 juga membuka kesempatan bagi Nusantara untuk memperkenalkan arah pembangunan dan potensi ekonominya kepada para pelaku usaha serta pemangku kepentingan regional.

Dalam forum tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara yang kini memasuki tahap kedua. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pembentukan pusat pemerintahan baru, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Menurut Basuki, posisi IKN yang berada di antara Balikpapan dan Samarinda menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi jangka panjang.

“Nusantara tidak hanya dibangun sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga untuk membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Basuki.

Ia juga mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang menghadiri forum tersebut untuk berkunjung langsung ke IKN. Melalui kunjungan itu, para calon mitra diharapkan dapat melihat perkembangan pembangunan sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.

“Progres yang sudah tercapai saat ini menjadi fondasi untuk tahap selanjutnya dan akan ada lebih banyak hal untuk dicapai. Saya mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir hari ini untuk mengunjungi Nusantara, berinteraksi dengan tim kami, serta menjajaki peluang kerja sama,” kata Basuki.

Penyelenggaraan Borneo Economic Forum 2027 di IKN diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan lebih banyak pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam dalam membahas peluang kolaborasi ekonomi.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembicaraan yang lebih konkret mengenai investasi, perdagangan, dan konektivitas regional. Dengan demikian, penyelenggaraan di Nusantara akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi IKN sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah di Borneo.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }