Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri kegiatan sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan perundungan dan masalah kesehatan mental melalui perluasan akses pengaduan serta pendampingan bagi anak dan remaja. Upaya ini dilakukan dengan mendorong pemanfaatan aplikasi Si Saka dan Satria sekaligus memperluas layanan kesehatan jiwa hingga ke tingkat puskesmas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, termasuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan kejiwaan.
Komitmen itu mengemuka dalam Seminar dan Workshop Kesehatan Jiwa 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, sekaligus memeriahkan HUT ke-27 Kota Bontang.
Sebanyak 200 peserta mengikuti sesi seminar, sementara 50 peserta lainnya terlibat dalam rangkaian workshop pendampingan. Kegiatan ini diikuti berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, perwakilan perusahaan, guru, hingga siswa.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kesehatan jiwa sekaligus menghapus stigma negatif terhadap orang yang mengalami masalah kesehatan mental. Masyarakat juga didorong agar tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Peran keluarga dan lingkungan pendidikan turut menjadi perhatian. Guru dan orang tua diimbau menyediakan ruang aman bagi anak untuk bercerita, menyampaikan perasaan, serta mengungkapkan persoalan yang mereka hadapi tanpa takut disalahkan atau dihakimi.
Pesan tersebut sejalan dengan prinsip “Dengar, Pahami, dan Hadir” yang ditekankan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri kegiatan sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Neni menegaskan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik sehingga perlu mendapat perhatian sejak dini. Menurutnya, dukungan dari lingkungan terdekat dapat membantu anak merasa aman untuk mengungkapkan masalah yang dihadapi dan memperoleh pendampingan yang tepat.
“Mari terapkan prinsip Dengar, Pahami, dan Hadir agar setiap anak merasa didengarkan, dipahami, dan mendapat pendampingan tanpa dihakimi,” ujar Neni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah tindakan bunuh diri serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja.
Menurutnya, pencegahan perundungan dan masalah kesehatan mental membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, upaya edukasi, pendampingan, serta penguatan akses terhadap layanan profesional perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ketua PDSKJI Kaltimtara, Dr. Irma Armenia Arief, turut menyoroti pentingnya edukasi kesehatan jiwa, deteksi dini, dan penghapusan stigma terhadap orang yang mengalami masalah kejiwaan. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat dan memperkuat upaya pencegahan.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan PT Indominco Mandiri, Adi Wijaya. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan perasaan, sekaligus mencegah segala bentuk perundungan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pemanfaatan aplikasi Si Saka dan Satria diharapkan dapat mendukung akses pengaduan dan pendampingan bagi anak dan remaja. Sementara itu, perluasan layanan kesehatan jiwa hingga puskesmas diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat cinderamata dan sesi foto bersama. Melalui seminar dan workshop ini, Pemkot Bontang berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental semakin meningkat, stigma dapat dikurangi, dan anak-anak serta remaja memiliki lingkungan yang lebih aman untuk tumbuh dan berkembang. (*)
Tidak ada komentar