Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung dalam prosesi Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz SMP YPK Tahun 2026.BONTANG – Sebanyak 54 siswa SMP Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) Bontang menorehkan pencapaian dalam pendidikan keagamaan melalui prosesi Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 siswa berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mulai dari 2 hingga 5 juz. Capaian itu menjadi bagian dari upaya sekolah membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan akademik, tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan akhlak.
Prosesi Khatmil Qur’an sekaligus Wisuda Tahfidz 1, 2, 3, dan 5 Juz tersebut berlangsung di Auditorium 3D Wali Kota Awang Long, Bontang, Sabtu (3/10/2026).
Mengangkat tema “Dengan Khatmil Qur’an, Kita Tingkatkan Kecintaan Generasi Muda Islam dalam Memahami dan Mengamalkan Al-Qur’an”, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan dan haru.
Ketua Umum Yayasan Pupuk Kaltim, Minarni Fitriani Dwiningsih, mengatakan capaian para siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Tahun ini, sebanyak 10 siswa berhasil menyelesaikan hafalan 2 sampai 5 juz Al-Qur’an. Sementara 54 siswa lainnya berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan SMP YPK.
Peran keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan para siswa menyelesaikan hafalan dan khataman Al-Qur’an.
Mewakili wali murid, Agung Hidayat berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua dapat terus diperkuat. Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi perlu dilanjutkan melalui pembiasaan di lingkungan keluarga.
Ia juga mengingatkan agar kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian seremonial.
Para siswa diharapkan mampu memahami pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, hafalan yang dimiliki dapat tercermin melalui sikap, perilaku, serta interaksi mereka di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap pendidikan keagamaan juga datang dari Pemerintah Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung dalam prosesi Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz SMP YPK Tahun 2026.
Pemerintah Kota Bontang memberikan apresiasi terhadap konsistensi SMP YPK dalam berkontribusi terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Neni, pendidikan agama memiliki posisi penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.
Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi generasi muda, namun pada saat yang sama membutuhkan fondasi moral dan keimanan yang kuat agar dapat dimanfaatkan secara bijak.
“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, anak-anak kita harus memiliki bekal keimanan, akhlak yang mulia, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Neni.
Ia menilai kemampuan menghafal Al-Qur’an tidak semata-mata menjadi ukuran prestasi akademik. Lebih dari itu, hafalan Al-Qur’an diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki nilai moral.
Pemerintah Kota Bontang pun menempatkan pendidikan agama sebagai salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, yang pada akhirnya turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat, pendidikan generasi muda diharapkan tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual.
Lebih jauh, upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang memiliki integritas, akhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaannya.
Dari Bontang, semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. (*)
Tidak ada komentar