Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Rafidah, mewakili Wali Kota Bontang. Ia hadir dan membuka kegiatan tersebut secara resmi di Lapangan SMAN 1 Bontang Utara pada Sabtu (3/10/2026).BONTANG – Sekitar 500 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang ambil bagian dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kota Bontang Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Porsenijar juga menjadi ruang bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan, mempererat solidaritas, sekaligus menunjukkan potensi di luar aktivitas pembelajaran di sekolah.
Mengusung tema “Melalui Porsenijar, Kita Wujudkan Guru Berprestasi, Berkarakter, dan Bermartabat”, kegiatan tersebut resmi dibuka di Lapangan SMAN 1 Bontang Utara, Sabtu (3/10/2026).
Pembukaan dilakukan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Bontang, Rafidah, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang.
Ketua Panitia Porsenijar PGRI Kota Bontang, Apris, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan dan perlombaan dipusatkan di empat lokasi, yakni SMAN 1 Bontang, SMKN 2 Bontang, SMP YPK, dan SD 2 YPK Bontang.
Beragam cabang dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, para guru juga ditantang menunjukkan kreativitas dan kompetensi dalam bidang pembelajaran serta seni.
Pada bidang pembelajaran, salah satu kompetisi yang digelar adalah best practice. Sementara bidang seni diisi dengan lomba menyanyi solo dan baca puisi.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bola voli, bulu tangkis, pickleball, tenis meja, catur, senam, hingga sepak takraw.
Guru-guru yang berhasil meraih prestasi dalam Porsenijar tingkat Kota Bontang nantinya tidak berhenti pada kompetisi lokal. Mereka akan dipersiapkan untuk membawa nama Bontang dalam Porsenijar PGRI tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Kabupaten Paser.
Pemerintah Kota Bontang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porsenijar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Rafidah menekankan besarnya peran guru dalam menentukan kualitas generasi masa depan Kota Bontang.
Menurutnya, membicarakan masa depan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas anak-anak yang akan menjadi generasi penerus. Karena itu, guru memiliki posisi strategis, bukan hanya dalam memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
“Jika kita berbicara tentang masa depan Kota Bontang, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kualitas anak-anak kita. Ketika kita berbicara tentang kualitas anak-anak kita, maka peran Bapak dan Ibu Guru menjadi sangat penting,” ujar Rafidah.
Ia menilai seorang guru tidak cukup hanya mampu menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru dituntut mampu menjadi contoh dan teladan bagi peserta didik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sosial.
Rafidah juga melihat Porsenijar sebagai kegiatan yang memiliki nilai lebih karena memadukan unsur olahraga, seni, dan pembelajaran.
“Olahraga menguatkan fisik, seni mengasah rasa, dan pembelajaran mengembangkan pikir serta inovasi. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi guru yang utuh,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kota Bontang, panitia pelaksana, sponsor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porsenijar 2026.
Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya melahirkan guru-guru berprestasi, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara keluarga besar PGRI.
Pembukaan Porsenijar turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, para kepala sekolah, serta jajaran pengurus PGRI Kota Bontang.
Melalui Porsenijar 2026, semangat berkompetisi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan solidaritas, kreativitas, dan profesionalisme para guru di Kota Bontang. (*)
Tidak ada komentar