Salah satu armada Truk tanki air yang digunakan untuk menghadapi Karhutla. (News Borneo)NEWSBORNEO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyiapkan sejumlah armada dan peralatan untuk mendukung personel menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kelengkapan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan petugas di lapangan, mengingat titik kebakaran tidak selalu berada di lokasi yang mudah dijangkau. Data peralatan BPBD Bontang 2026 mencatat sedikitnya 25 jenis barang dan armada yang disiapkan untuk penanganan karhutla.
Kepala BPBD Bontang Usman melalui Sekretaris, Sunaryo, mengatakan kesiapan armada menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pergerakan personel ketika menerima laporan kebakaran.
“Peralatan yang kami siapkan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Karena kondisi lokasi kebakaran berbeda-beda, armada yang digunakan juga tidak bisa disamakan,” kata Sunaryo, ungkapnya saat ditemui di Kantor BPBD Bontang, Senin (14/9/2026)
BPBD memiliki tiga unit mobil tangki air bersama KPHP untuk operasional pemadaman. Khusus kendaraan KPHP, ukurannya lebih kecil sehingga dapat digunakan untuk menjangkau lokasi yang sempit.
Selain itu, terdapat dua mobil double cabin untuk patroli karhutla, dua mobil pick up untuk mengangkut personel dan peralatan, serta enam sepeda motor trail yang digunakan untuk patroli di daerah sulit.
Untuk pemadaman, BPBD juga memiliki dua mesin pompa karhutla yang ditempatkan di mobil tangki dan dua portable water pump. Pompa portabel tersebut dapat digunakan dengan memanfaatkan sumber air seperti danau maupun sungai.
Petugas juga dibekali 16 alat pemukul api atau kopyok, 25 roll selang pemadam berukuran 1,5 inci, 15 nozzle serta tiga unit tangki lipat sebagai penampungan air.
Sunaryo menjelaskan, peralatan pendukung turut disiapkan untuk menghadapi kondisi penanganan yang berlangsung cukup lama maupun dilakukan pada malam hari.
“Bukan hanya alat untuk memadamkan api, kami juga siapkan perlengkapan pendukung agar petugas bisa tetap bekerja sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Perlengkapan tersebut antara lain 12 genset, tiga tower light untuk operasi malam hari, tiga chainsaw untuk membuka jalur, dua GPS handheld untuk navigasi dan satu drone untuk monitoring hotspot.
Sementara untuk komunikasi, BPBD memiliki 50 handy talky (HT) serta satu radio rig untuk posko komando. Dari sisi keselamatan personel, tersedia 21 set APD pemadam lengkap yang dilengkapi helm, sepatu, sarung tangan tahan panas, masker respirator dan kacamata safety.
Kesiapan juga dilengkapi lima tenda lapangan untuk posko darurat dan empat set peralatan P3K untuk penanganan awal.
Menurut Sunaryo, keberadaan berbagai perlengkapan tersebut diharapkan membuat petugas lebih leluasa menentukan peralatan yang dibutuhkan ketika menghadapi karakter lokasi kebakaran yang berbeda.
“Ketika ada laporan, yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana api dipadamkan, tetapi juga bagaimana personel bisa menjangkau lokasi dan bekerja dengan aman,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar