(FOTO: Ilustrasi/AI)
BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengalokasikan Rp1,7 miliar untuk perbaikan toilet di 10 sekolah dasar negeri (SDN) pada 2026. Program ini menyasar fasilitas dasar yang langsung digunakan siswa setiap hari.
Pengadaan proyek akan dilakukan melalui sistem e-katalog. Skema ini dipilih untuk menjaga keterbukaan proses serta efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, mengatakan penggunaan e-katalog memudahkan proses kontrak dengan penyedia.
“Kami menggunakan e-katalog agar proses pengadaan lebih terbuka dan terpantau,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Inaproc), anggaran tersebut dibagi dalam 10 paket pekerjaan. Setiap sekolah menerima alokasi sekira Rp176 juta.
Nuryadi menjelaskan, perbaikan difokuskan pada toilet siswa, namun juga mencakup sarana pendukung di lingkungan sekolah.
“Perbaikan ini penting untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan siswa selama berada di sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, kebersihan toilet menjadi bagian dari upaya mencegah penyakit di lingkungan pendidikan. Program ini juga disebut sebagai bentuk peningkatan layanan dasar pendidikan.
Perbaikan akan dilakukan di sejumlah sekolah yang tersebar di tiga kecamatan. Di antaranya SD Negeri 004 Bontang Utara, SD Negeri 007, 011, dan 013 Bontang Selatan, serta SD Negeri 001 dan 004 Bontang Barat.
Selain itu, program ini juga mencakup SD Negeri 010, 003, dan 008 Bontang Utara serta SD Negeri 003 Bontang Selatan.
Saat ini proyek masih dalam tahap administrasi sebelum masuk pelaksanaan. Disdikbud memastikan setiap tahapan mengikuti prosedur agar hasil pembangunan tepat sasaran.
Ke depan, perbaikan fasilitas dasar seperti toilet diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah. (RE/DIAS)
Tidak ada komentar