IKN Mulai Punya Kampus, 48 Mahasiswa Gunadarma Buka Babak Baru Pendidikan di Nusantara

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
28 Sep 2026 20:53
3 menit membaca

NUSANTARA – Aktivitas pendidikan tinggi mulai menggeliat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebanyak 48 mahasiswa Universitas Gunadarma IKN resmi memulai perkuliahan sebagai angkatan pertama kampus tersebut di Nusantara.

Kehadiran mahasiswa perdana itu disambut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam kuliah umum yang digelar di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/9/2026).

Universitas Gunadarma menjadi perguruan tinggi pertama yang membuka kegiatan perkuliahan di Nusantara. Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari delapan program studi, yakni Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika.

Basuki mengatakan kehadiran perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam melengkapi ekosistem pendidikan di kawasan IKN.

“Dengan adanya Gunadarma, ini (perguruan tinggi) akan melengkapi ekosistem pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga universitas. Mudah-mudahan ekosistem perkotaan di IKN akan makin lengkap,” ujar Basuki.

Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan ekosistem pendidikan, kesehatan, penelitian, dan sumber daya manusia.

Karena itu, kehadiran Universitas Gunadarma diharapkan menjadi salah satu bagian dari perkembangan ekosistem perkotaan di Nusantara.

Pengembangan tersebut juga dibangun melalui kolaborasi antara Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN.

Kerja sama tersebut mencakup rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kedokteran Universitas Gunadarma di IKN dengan pendampingan FKUI.

Selain pendidikan kedokteran, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan konsep One Health serta penguatan pendidikan, kesehatan, riset, teknologi dan inovasi di kawasan IKN.

Kuliah umum tersebut diselenggarakan secara hybrid dan disiarkan melalui UGTV. Kegiatan diikuti peserta dari sejumlah kampus Universitas Gunadarma di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, kampus UBE di Perancis, hingga mahasiswa di IKN.

Rektor Universitas Gunadarma, E.S. Margianti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kehadiran kampus tersebut di Nusantara.

Ia mengatakan Universitas Gunadarma bersama FKUI dan Otorita IKN akan mendorong pengembangan program studi kedokteran di IKN.

“Kami bersama FKUI dan Otorita IKN akan bersama-sama mengupayakan pengembangan PSDKU untuk program studi kedokteran di IKN,” kata Margianti.

Margianti juga menyebut pengembangan fasilitas kampus di Gedung N1 akan terus dilakukan. Menurutnya, terdapat tiga bangunan yang direncanakan menjadi bagian dari pengembangan kampus Gunadarma di IKN.

Sementara itu, Dekan FKUI Anna Rozaliani menilai IKN memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan penelitian yang mengintegrasikan berbagai bidang.

“Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi juga ekosistem. Mudah-mudahan di IKN kita dapat bekerja sama dalam penelitian living laboratory yang mencakup pendidikan, penelitian, dan inovasi, sehingga menjawab permasalahan masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa lokal juga menjadi bagian dari dimulainya aktivitas pendidikan Gunadarma di IKN. Sebanyak lima mahasiswa dari masyarakat lokal tercatat sebagai penerima beasiswa Universitas Gunadarma.

Salah satunya Muhammad Latif, mahasiswa Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara. Ia berharap angkatan pertama dapat memberikan contoh bagi mahasiswa yang akan datang.

“Kami menjadi salah satu angkatan yang menjadi role model bagi adik kelas ke depannya. Rencana kami di bidang akademik tentu ingin mendapatkan IPK 4 dan menjadi salah satu inovator muda yang dapat berkontribusi besar di Indonesia, terutama di daerah Ibu Kota Nusantara,” kata Latif.

Dimulainya perkuliahan 48 mahasiswa tersebut menjadi langkah awal kehadiran pendidikan tinggi di Nusantara. Otorita IKN bersama Universitas Gunadarma dan FKUI berharap pengembangan kampus tidak berhenti pada aktivitas perkuliahan, tetapi berlanjut pada penguatan riset, inovasi, kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan begitu, kampus di IKN diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan yang berkembang bersama kota baru Nusantara.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }