Kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit baru, mulai dari kategori pemula dan junior hingga berpotensi berkembang menjadi atlet profesional.BONTANG – Sebanyak 75 atlet menembak dari sejumlah klub di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan berkumpul di Kota Bontang untuk bersaing dalam Kejuaraan Bontang Open 2026.
Kejuaraan yang dipusatkan di Stadion Taman Prestasi, Bontang Lestari, Sabtu (26/9/2026), tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para atlet menembak. Pemerintah Kota Bontang juga melihat kompetisi tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kehadiran atlet, ofisial, klub, dan keluarga dari luar daerah dinilai memberikan peluang bagi sektor usaha lokal, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Bontang, Lukman, mengatakan potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bontang mendorong kegiatan olahraga yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah.
Lukman membuka secara resmi Bontang Open 2026 dengan mewakili Wali Kota Bontang.
“Ketika atlet, klub, ofisial, dan keluarga datang ke Bontang untuk mengikuti kompetisi, mereka juga mengenal kota kita dan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal,” ujar Lukman saat membacakan sambutan Wali Kota.
Menurutnya, Bontang Open diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat. Pemkot Bontang menargetkan ajang tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Selain aspek pariwisata olahraga, kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit baru, mulai dari kategori pemula dan junior hingga berpotensi berkembang menjadi atlet profesional.
Olahraga menembak sendiri menuntut sejumlah aspek penting dalam pembinaan atlet, seperti ketepatan, konsentrasi, disiplin, pengendalian diri, serta kemampuan menjaga fokus dan ketahanan mental selama pertandingan.
Bontang Open 2026 diinisiasi oleh PERBAKIN Pengurus Cabang Kota Bontang dan mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, turut hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut.
Turut menyaksikan jalannya kompetisi, Kabid Metsil Nooransyah, yang hadir mewakili Ketua Umum Pengprov PERBAKIN Kaltim.
Sementara itu, Ketua Harian Edy Efendy hadir mewakili Ketua DPC PERBAKIN Bontang bersama jajaran dewan juri dan wasit.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan sesi eksibisi menembak. Staf Ahli Lukman bersama sejumlah tamu undangan berkesempatan menjajal langsung arena tembak yang digunakan dalam Bontang Open 2026.
Dengan melibatkan peserta dari tiga provinsi, kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu daerah yang mampu menggelar event olahraga lintas wilayah sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata olahraga. (*)
Tidak ada komentar