Neni: Jangan Sampai Bontang Jadi Kota Mati Saat Sumber Energi Habis

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Sep 2026 18:15
3 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menempatkan pendidikan sebagai salah satu investasi utama untuk menjaga masa depan kota di tengah ketergantungan pada sektor industri dan energi.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 352 pelajar SD Negeri 006 Bontang Utara, Kamis (10/9/2026) pagi.

Didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Saparuddin, Neni menyerahkan bantuan berupa seragam, tas, sepatu dan buku secara gratis kepada para siswa.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memastikan kebutuhan dasar pendidikan siswa terpenuhi secara lebih merata.

Namun, di hadapan siswa dan tenaga pendidik, Neni tidak hanya berbicara soal perlengkapan sekolah. Ia justru mengingatkan bahwa masa depan Bontang tidak bisa selamanya bergantung pada sumber energi.

Menurutnya, Bontang memiliki karakter berbeda dengan daerah yang memiliki cadangan sumber daya alam seperti batu bara, minyak dan gas. Bontang lebih banyak berperan sebagai kota pengolah sehingga kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kota dalam jangka panjang.

“Bontang bukan kota kaya yang memiliki sumber daya alam seperti batu bara, minyak, atau gas seperti daerah lain. Bontang hanya daerah pengolah. Oleh karena itu, Bontang harus punya anak-anak yang pintar, cerdas, sehat, dan kuat untuk membangun kota ini ketika sumber energi tersebut sudah habis, agar Bontang tetap hidup dan tidak menjadi kota mati,” ujar Neni.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk mempersiapkan generasi yang akan mengambil alih estafet pembangunan Bontang di masa mendatang.

Bukan Sekadar Seragam dan Buku

Neni menilai dukungan terhadap pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Pemkot Bontang tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman dan mampu membentuk karakter siswa.

Ia mengingatkan para pelajar untuk saling menghargai dan tidak melakukan perundungan atau bullying terhadap teman di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang dan menemukan potensi terbaiknya.

Di sisi lain, tenaga pendidik juga didorong terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan inovasi dalam proses pembelajaran.

Guru dinilai memiliki peran penting untuk mengenali potensi yang berbeda-beda pada setiap anak sehingga kemampuan mereka dapat dikembangkan secara optimal.

Pemkot Bontang meyakini penyediaan sarana pendidikan yang memadai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter.

Dengan dukungan tersebut, generasi muda Bontang diharapkan tidak hanya mampu bersaing dalam dunia pendidikan, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi perubahan ekonomi ketika sumber energi yang selama ini menopang aktivitas industri semakin terbatas.

Bagi Pemkot Bontang, pendidikan menjadi jalan untuk memastikan kota tetap memiliki masa depan setelah era sumber daya energi berlalu. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }