8 Penerbangan Batal, Penumpang Bandara Sepinggan Turun 30 Persen Imbas Abu Vulkanik

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Sep 2026 17:03
4 menit membaca

BALIKPAPAN — Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik masih terjadi. Hingga Senin (7/9/2026), sedikitnya delapan penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, terdampak pembatalan.

Kondisi tersebut merupakan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang memengaruhi operasional sejumlah bandara di Pulau Jawa, khususnya wilayah Cengkareng dan sekitarnya.

Pjs General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aries Laksono, mengatakan gangguan terjadi setelah sejumlah bandara terdampak hujan abu vulkanik.

Otoritas penerbangan kemudian menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menetapkan sejumlah aerodrome di wilayah terdampak ditutup sementara.

“Dari kemarin kita melaporkan ada banyak flight yang terdampak, khususnya untuk rute Cengkareng dan sekitarnya, yaitu Cengkareng, Halim, dan Raden Inten,” ujar Rizal, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan NOTAM terbaru, hujan abu masih terpantau di kawasan Cengkareng dan sekitarnya. Penutupan bandara bahkan diperpanjang hingga pukul 19.00 WITA.

“Di sana NOTAM itu disampaikan aerodrome closed, sehingga semua penerbangan tidak bisa melaksanakan penerbangan dengan rute Cengkareng dan sekitarnya,” jelasnya.

Dampak penutupan tersebut langsung terasa pada jadwal penerbangan dari Balikpapan.

Untuk rute Cengkareng pada Senin, terdapat 10 penerbangan kedatangan dan sembilan penerbangan keberangkatan yang dijadwalkan.

Namun hingga pukul 10.00 WITA, tiga penerbangan kedatangan dan lima penerbangan keberangkatan telah dinyatakan batal.

Dengan perpanjangan penutupan hingga pukul 19.00 WITA, penerbangan pada rute tersebut yang dijadwalkan hingga malam hari juga berpotensi mengalami pembatalan.

“Dan seharusnya memang nanti semuanya yang rute sampai malam itu tentunya akan di-cancel karena sudah keluar NOTAM bahwa untuk penutupan diperpanjang hingga pukul 19.00 WITA,” kata Rizal.

Gangguan pada hari sebelumnya tercatat lebih besar. Sebanyak 15 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan di Bandara SAMS Sepinggan terdampak pembatalan.

Untuk jumlah penumpang yang terkena dampak pada Senin, pihak bandara masih berkoordinasi dengan maskapai.

“Kalau kemarin kita laporkan 2.000. Nah, hari ini masih kita konfirmasi lagi kepada maskapai, khususnya untuk yang arrival,” ujarnya.

Pergerakan Penumpang Anjlok 30 Persen

Gangguan penerbangan juga berdampak terhadap aktivitas penumpang di Bandara SAMS Sepinggan.

Sebelum gangguan akibat abu vulkanik terjadi, pergerakan penumpang harian berada di kisaran 11.000 hingga 12.000 orang. Namun pada hari sebelumnya, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 7.000 penumpang.

“Dampaknya sangat signifikan. Kemarin dengan adanya penutupan Cengkareng dan sekitarnya, penumpang kita terjadi pergerakan di SAMS Sepinggan sekitar 7.000 saja,” kata Rizal.

Jika menggunakan rata-rata sekitar 10.000 penumpang per hari sebagai pembanding, penurunan tersebut diperkirakan mencapai 30 persen.

“Kalau dari rata-rata harian, taruhlah kalau 10.000, ya paling sedikit 30 persen penurunannya,” lanjutnya.

Sementara terkait kerugian akibat pembatalan dan gangguan penerbangan, pihak bandara belum dapat memberikan angka pasti. Penghitungan masih dilakukan oleh tim terkait.

“Kalau itu memang ada tim sendiri yang melakukan perhitungan dan memang masih dilakukan perhitungan, belum dilaporkan kembali,” jelas Rizal.

Penumpang Diminta Pertimbangkan Rute Alternatif

Di tengah belum normalnya penerbangan menuju sejumlah bandara di Pulau Jawa, calon penumpang tujuan Jakarta dan sekitarnya masih memiliki pilihan rute lain.

Bandara SAMS Sepinggan masih melayani kemungkinan penerbangan menuju sejumlah kota yang dapat menjadi jalur alternatif sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.

Rizal menyebut penumpang yang hendak menuju Cengkareng, Halim maupun Bandung dapat mempertimbangkan penerbangan melalui Semarang, Yogyakarta International Airport (YIA), atau Surabaya.

“Sampai sekarang yang masih memungkinkan untuk para pengguna jasa tujuan Cengkareng atau Halim atau Bandung bisa melalui Semarang, kemudian Yogyakarta (YIA), atau lewat Surabaya. Nah, itu masih memungkinkan sampai sekarang,” ungkapnya.

Salah seorang calon penumpang tujuan Cengkareng, Rian, menjadi salah satu penumpang yang harus mengubah rencana perjalanan akibat pembatalan penerbangan.

Rian mengaku telah membeli tiket sejak Jumat untuk penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada Senin. Namun, kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penerbangannya batal.

Ia kini mempertimbangkan jalur alternatif melalui Jawa Tengah atau Jawa Timur agar tetap dapat kembali ke Pulau Jawa.

“Yang penting saya balik ke Jawa, entah itu nanti di Jawa Tengah atau Jawa Timur selain di Cengkareng,” ujar Rian.

Menurutnya, pihak maskapai juga mengarahkan penumpang untuk melakukan refund terlebih dahulu lantaran belum ada kepastian mengenai jadwal penerbangan berikutnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }