TNI Kerahkan 583 Personel ke Kaltim Cegah Karhutla, Edukasi Warga Jadi Prioritas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Agu 2026 13:17
3 menit membaca

BALIKPAPAN – TNI memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur dengan mengerahkan ratusan personel ke sejumlah daerah rawan.

Sebanyak 583 personel disiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebagian personel diterjunkan ke Kalimantan Timur untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini melalui penyuluhan dan pemantauan di lapangan.

Tim Penyuluhan Karhutla dan Tim Alpha Karhutla tiba di Balikpapan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara C-130H/A-1332, Sabtu (29/8/2026).

Kedatangan tim di Baseops Lanud Dhomber, Balikpapan, sekitar pukul 17.29 Wita, disambut Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan.

Turut hadir Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo, serta sejumlah pejabat Kodam VI/Mulawarman.

Setelah tiba, kedua tim langsung bergerak menuju lokasi penempatan masing-masing. Tim Penyuluhan Karhutla ditempatkan di Asrama Haji Balikpapan, sementara Tim Alpha Karhutla menuju Barak Dodikjur VI/Mulawarman.

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan mengatakan pengerahan tim tersebut merupakan bagian dari strategi TNI untuk memperkuat pencegahan sebelum kebakaran terjadi atau meluas.

“Kita ingin pencegahan dilakukan sejak awal. Personel yang datang tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membangun kesadaran dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar Karhutla tidak terjadi dan tidak meluas,” kata Andy.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan langkah pemadaman ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dilakukan lebih awal dengan memperkuat edukasi, terutama kepada masyarakat di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Keterlibatan masyarakat, kata Andy, menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mencegah Karhutla, termasuk mendorong perubahan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.

“Penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan tindakan saat kebakaran terjadi. Pencegahan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat harus diperkuat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, 583 personel dikerahkan untuk mendukung penanganan Karhutla di sejumlah wilayah. Personel tersebut terdiri dari 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah yang berasal dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.

Selain Kalimantan Timur, pengerahan personel juga dilakukan ke sejumlah daerah yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi potensi Karhutla, di antaranya Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, dan Kalimantan Utara.

Andy menegaskan, menghadapi ancaman Karhutla membutuhkan kerja bersama. TNI tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah Karhutla sejak dini,” tegasnya.

Kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus membangun kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

Bagi TNI, pencegahan tidak dimulai ketika api sudah membesar. Pencegahan harus dilakukan lebih awal, dimulai dari membangun kesadaran masyarakat agar Karhutla tidak sempat terjadi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }