Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik.BALIKPAPAN — Pembangunan kompleks pendidikan terpadu di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, menunjukkan progres yang cukup signifikan. Proyek yang mencakup SMP Negeri 29 Balikpapan dan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut kini telah mencapai hampir 60 persen.
Capaian ini terbilang cukup cepat. Pasalnya, pada tahap pengerjaan yang sama, progres pembangunan sebelumnya diproyeksikan baru berada di kisaran 25 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan percepatan pekerjaan di lapangan membuat pemerintah optimistis proyek tersebut dapat rampung sesuai target.
“Sudah hampir 60 persen, yang seharusnya baru 25 persen. Jadi ada surplus sekitar 30 persen. Kami optimistis, mudah-mudahan pada November sudah 100 persen,” ujar Irfan, Rabu (26/8/2026).
Menurut Irfan, hingga kini pembangunan kompleks pendidikan tersebut tidak menghadapi kendala berarti. Pekerjaan konstruksi berjalan lancar dan masih berada dalam jalur perencanaan.
Proyek ini mendapat dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar dengan kapasitas bangunan dirancang untuk menampung 11 rombongan belajar (rombel).
Tak Hanya SMP, Ada TK Pembina 2
Kompleks pendidikan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi jenjang sekolah menengah pertama. Pemkot Balikpapan juga menyiapkan fasilitas pendidikan anak usia dini dalam satu kawasan.
Selain pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan, Disdikbud juga akan membangun TK Pembina 2 di kawasan Grand City.
Sementara itu, TK Pembina 1 saat ini berada di kawasan depan Islamic Center Balikpapan.
“Jadi ada SMP, ada PAUD. Kita bikin TK Pembina 2 di situ,” kata Irfan.
Konsep pendidikan terpadu ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan fasilitas pendidikan di kawasan Balikpapan Utara, khususnya seiring berkembangnya kawasan permukiman Grand City.
Dengan progres yang telah mendekati 60 persen, Disdikbud Balikpapan berharap ritme pembangunan tetap terjaga hingga tahap akhir.
Jika tidak ada kendala, seluruh fasilitas ditargetkan rampung pada November 2026 dan selanjutnya dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan kompleks tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan memperluas akses dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan, terutama di kawasan yang terus mengalami pertumbuhan penduduk. (*)
Tidak ada komentar