
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat langkah penanganan pascakebakaran Pasar Sepinggan dengan mempersiapkan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang terdampak. Fasilitas sementara tersebut disiapkan agar roda perekonomian di pasar dapat kembali bergerak sembari menunggu realisasi pembangunan pasar secara permanen.
Berdasarkan hasil pendataan sementara Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, sekitar 250 petak di Pasar Sepinggan terdampak kebakaran. Namun, tidak seluruh petak tersebut masih digunakan untuk aktivitas perdagangan sebelum musibah terjadi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengungkapkan bahwa proses verifikasi terhadap para pedagang telah dilakukan sebagai dasar penentuan penerima fasilitas TPS.
“Dari sekitar 250 petak yang terdampak, hasil pendataan sementara menunjukkan kurang lebih 80 pedagang merupakan pedagang yang memang masih aktif berjualan sebelum kebakaran terjadi,” ujar Haemusri, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, hasil verifikasi tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Balikpapan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan penempatan pedagang di TPS.
Haemusri menegaskan, pemerintah bersama pengelola pasar dan perwakilan pedagang telah menyepakati bahwa pedagang yang masih aktif menjadi prioritas utama. Kebijakan ini diambil agar proses pemulihan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Prioritas kami adalah pedagang yang benar-benar masih menggantungkan mata pencahariannya di Pasar Sepinggan. Dengan begitu, TPS bisa dimanfaatkan secara optimal dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” katanya.
Selain melakukan pendataan, Pemkot Balikpapan juga tengah mempersiapkan pembersihan lokasi bekas kebakaran, konsolidasi lahan, serta penataan area pasar. Tahapan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum pembangunan TPS dapat dimulai.
Pemerintah berharap seluruh pedagang dapat mendukung proses penataan agar pembangunan fasilitas sementara berjalan lancar sesuai rencana.
“Kami berharap seluruh pedagang dapat mendukung proses ini. Tujuan kami adalah agar mereka bisa kembali berdagang secepat mungkin sehingga roda perekonomian di Pasar Sepinggan kembali bergerak,” tambah Haemusri.
Sementara itu, rencana revitalisasi Pasar Sepinggan secara permanen masih menunggu keputusan pemerintah daerah. Menurut Haemusri, pelaksanaan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
“Revitalisasi tentu menjadi harapan bersama, tetapi pelaksanaannya masih menyesuaikan kebijakan pemerintah dan kemampuan pembiayaan. Untuk saat ini, fokus utama kami adalah menyediakan TPS agar aktivitas perdagangan bisa kembali berlangsung,” jelasnya.
Terkait pembiayaan pembangunan TPS, Dinas Perdagangan telah mengajukan beberapa opsi kepada Wali Kota Balikpapan, mulai dari pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), pergeseran anggaran kas, hingga penggunaan anggaran perubahan.
Keputusan mengenai sumber pendanaan tersebut akan ditetapkan setelah pemerintah kota melakukan kajian terhadap kondisi keuangan daerah.
Melalui penyediaan TPS, Pemkot Balikpapan berharap para pedagang terdampak kebakaran dapat segera kembali beraktivitas, sehingga denyut ekonomi di kawasan Pasar Sepinggan dapat pulih secara bertahap sambil menunggu terealisasinya program revitalisasi pasar. (*)
Tidak ada komentar